Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Jelang Idulfitri, Harga Bawang di Kefamenanu Melonjak 100 Persen
Ekbis

Jelang Idulfitri, Harga Bawang di Kefamenanu Melonjak 100 Persen

By Redaksi10 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bawang merah dan bawang putih yang dijual salah seorang pedagang di Pasar Baru Kefamenanu, Jumat 10 Mei 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Menjelang hari raya Idulfitri harga bawang merah dan putih di Pasar Baru, Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU mengalami lonjakan hingga 100 persen.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com di lokasi Pasar Baru, Jumat(10/05/2019), harga bawang putih yang sebelumnya Rp 40 ribu/kg saat ini melonjak menjadi Rp 100 ribu/kg.

Sementara harga bawang merah yang sebelumnya berkisar antara Rp 25 ribu -Rp 30 ribu melonjak menjadi Rp 60 ribu/kg.

Theresia Fretis salah satu pedagang di Pasar Baru Kefamenanu kepada wartawan mengakui adanya lonjakan harga bawang menjelang hari raya umat Islam itu.

Ia mengaku, sebelumnya ia biasanya menjual bawang putih impor (siung besar) dengan kisaran harga Rp 30 ribu-Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan saat ini ia menjualnya dengan harga Rp 100 ribu/kg.

Selanjutnya, untuk bawang merah biasanya Theresia menjual dengan kisaran harga antara Rp 25 ribu-Rp 30 ribu/kg. Namun saat ini dijual dengan harga mencapai Rp 60 ribu/kg.

“Yang mahal itu yang bawang siung besar, kalau bawang merah yang siung kecil harga sekarang paling Rp 50 ribu ke bawah,” tuturnya.

Theresia mengaku, penyebab utama naiknya harga bawang itu dipicu oleh berkurangnya pasokan dari luar daerah yang masuk ke Kabupaten TTU.

Akibat kurangnya pasokan, kata Theresia, ia dan pedagang lain juga kesulitan untuk memeroleh bawang.

“Jual dua isi (siung) saja Rp 10 ribu, makanya tidak bisa kita over tidak hati-hati juga bisa-bisa kembali modal,” ujar Theresia diamini pedagang lainnya.

Informasi lain yang berhasil dihimpun VoxNtt.com, selain bawang, kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi. Sebelumnya dijual Rp 80 ribu/kg dan saat ini naik menjadi Rp 95 ribu/kg.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Idulfitri TTU
Previous ArticlePemuda Asal Ende Tewas Tertabrak Mobil Pick Up
Next Article Pemprov NTT Surati Bupati Matim dan Ngada Soal Konflik Perbatasan

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.