Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»2 Kades di NTT Kembali Ditetapkan Tersangka, Modusnya Laporan Fiktif
VOX DESA

2 Kades di NTT Kembali Ditetapkan Tersangka, Modusnya Laporan Fiktif

By Redaksi13 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Ardyan Yudho (Foto: Marsel/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Kasus korupsi dana desa di Propinsi NTT terus bergulir. Kali ini, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Belu menetapkan empat tersangka dari dua kasus dugaan korupsi dana desa.

Keempat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Kepala Desa Rafae, kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Yosep Soe Tefa dan Bendahara Desa, Rosanti Nurmalu Jau.

Kemudian, penjabat Kepala Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timir, Kabupaten Malaka, Syprianus Manek Asa dan Bendahara Desa, Stefanus Soares Boafida.

Penetapan keempat tersangka ini disampaikan melalui Kasat Reskrim, AKP Ardyan Yudo Setiantono dalam konferensi pers yang dilakukan, Senin siang (13/05/2019) di Mapolres Belu, Atambua.

Menurut Ardyan, hasil audit inspektorat Kabupaten Belu menunjukkan, total kerugian dana desa di Desa Rafae sebesar Rp 446 juta lebih. Total kerugian ini merupakan akumulasi dari tahun 2016 dan 2017.

Begitupun juga terhadap Desa Nunponi, berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Malaka, total kerugian sebesar Rp 286 juta lebih. Kasus ini merupakan dana desa tahun 2016.

Penyidik sudah menetapkan tersangka dan berkas perkara untuk kasus dana desa Rafae saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belu pada Senin (13/5/2019). Sedangkan berkas perkara kasus dana desa di Desa Numponi akan dilimpahkan Senin pekan depan.

Disampaikan Ardyan, berdasarkan penyelidikan polisi, modus korupsi yang dilakukan oleh para tersangka adalah dengan membuat laporan fiktif terkait pengelolaan dana desa.

Ardyan mengatakan, penyidik belum menahan para tersangka karena dinilai kooperatif selama dipanggil untuk pemeriksaan. Pihaknya meyakini bahwa para tersangka tidak akan melarikan diri.

Sementara satu tersangka dalam kasus dana desa Nunponi atas nama Stefanus Soares Boafida sudah melarikan diri. Polres Belu dalam waktu akan menetapkannya sebagai DPP/Daftar Pencarian Orang.

Saat ini Polres Belu masih terus melakukan penyelidikan terhadap sejumlah kasus tipikor yang selama ini sudah ditangani, baik kasus dana desa, kasus dana APBD II, APBD I maupun kasus APBN.

Namun demikian, Ardyan meminta masyarakat untuk bersabar lantaran mengusutbkasus korupsi membutuhkan waktu yang cukup lama.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu dana desa Korupsi Dana Desa Korupsi NTT
Previous ArticleWalhi: Pembangunan Bendungan di Sumba Timur Abaikan Keselamatan Warga
Next Article Kades Manamas Jalani Pemeriksaan Perdana di Kejari TTU

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.