Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Di Ende, BPOM Amankan 21 Sarana Produk Pangan
KESEHATAN

Di Ende, BPOM Amankan 21 Sarana Produk Pangan

By Redaksi13 Mei 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Petugas BPOM saat operasi pengawasan produk pangan jelang Idulfitri 1440 H di Ende (Foto: Sahab H. Songga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berhasil mengamankan 21 sarana produk pangan dalam operasi Bulan Ramadan menjelang Idulfitri 1440 H.

Kantor Badan POM di Kabupaten Ende, Tamran Ismail mengatakan, dari 21 sarana pangan yang diamankan, ada empat sarana yang ditemukan Tanpa Izin Edar (TIE).

“Jadi, keempat sarana itu semuanya dalam bentuk pangan. Totalnya ada 21 sarana yang kita amankan,” ucap dia, baru-baru ini di Kantor BPOM di Jalan El Tari Ende.

Selain produk tanpa izin edar, beberapa sarana produk pangan lainnya juga ditemukan dalam keadaan kadaluwarsa. Total produk tersebut jika dihargakan sekitar tiga jutaan.

“Ada dua sarana dan langsung kita dimusnahkan di tempat. Ini kita fokus pangan pada bulan suci,” kata Tamran.

Ia menjelaskan, intensifikasi pengawasan ini merupakan program nasional yang dilakukan serentak untuk mendeteksi sedini mungkin beredar produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Sehingga, dapat menjamin produk yang aman dan bermutu bagi konsumen terutama pada bulan Ramadan.

“Minggu depannya lagi kami ke wilayah Nagekeo dan Ngada. Jadi sama model operasinya. Untuk di kecamatan-kecamatan nanti masuk pada pengawasan rutin,” terang dia.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

https://www.youtube.com/watch?v=m07YkjJFceU

BPOM Ende Ende
Previous ArticlePelaku Terdeteksi, Siapa Apsalom Sabat? Ini Penjelasan Polisi
Next Article Cara Unik SMAN 4 Borong Rayakan Ulang Tahun dan Kabar Lulus

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.