Gregorius Upi Dheo (Foto: Istimewa)

Bajawa, Vox NTT-Gelora perpolitikan Pilkada Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai bergeliat usai proses Pemilihan Umum Nasional 17 April 2019 lalu.

Pertarungan merebut kursi bupati dan wakil bupati Ngada mulai muncul figur baru yang menyatakan siap maju di Pilkada pada 2021 mendatang.

Salah satunya Gregorius Upi Dheo atau yang sering disapa Greg Upin. Praktisi hukum kawakan di ibu kota Negara Jakarta itu menyatakan siap memimpin Kabupaten Ngada untuk lima tahun ke depan.

Diwawancarai wartawan baru-baru ini di Mataloko Kecamatan Golewa, Greg Upin mengatakan setiap perantau mempunyai panggilan moral dan kultural di dalam hatinya untuk kembali membangun kampung halaman.

Suara hati untuk mengabdi kembali di tanah leluhur itu juga yang saat ini menggerakan hatinya maju dalam kontestasi calon pemimpin di Ngada.

Meninggalkan kampung halaman sejak usia muda untuk menimba ilmu dan memperkaya pengalaman tidak pernah membuat Greg kehilangan identitasnya sebagai putra daerah Ngada.

Justru di perantauan, identitasnya semakin dipertegas melalui banyak kesempatan, kelompok dan kegiatan bersama yang melibatkan orang-orang Ngada.

Sejak remaja, Greg sudah aktif dalam berbagai kegiatan berbasis kebudayaan dan kelompok mahasiswa peduli politik lokal.

Di Jakarta, Greg yang menempuh kuliah di fakultas hukum Universitas Katolik Atma Jaya. Dia aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.

Greg juga terlibat sebagai salah satu pendiri Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Ngada Jakarta (PPMNJ).

Saat ini, Greg telah dikenal luas sebagai seorang praktisi hukum kawakan di ibu kota Jakarta.

Kariernya sebagai lawyer bertumbuh pesat sejalan dengan usaha-usaha bisnisnya yang semakin berkembang hingga ke daerah-daerah.

Greg terlibat aktif sebagai pemberdayaan kegiatan ekonomi daerah setelah bergabung dalam Ikatan Pengusaha Muda Indonesia (IPMI).

Setelah meraih kesuksesan dalam karier dan bisnis, Greg memutuskan untuk mengabdi di tanah Ngada.

Greg mengartikan panggilan ‘pulang kampung’ ini sebagai kesempatan untuk berbagi dan membangun tanah Ngada agar bisa bertumbuh dan berkembang lebih cepat dan sesuai dengan semangat zaman.

Sebagai calon pemimpin yang relatif muda, Greg percaya bahwa pergerakan politiknya akan didukung penuh dari berbagai kelompok.

Greg mengatakan dirinya datang sebagai anak muda dan dengan konsep politik anak muda.

Menurutnya, pandangan umum tentang anak muda yang tidak peduli pada politik tentu salah besar.

“Saya lama bergaul dengan anak muda dan saya menemukan bahwa anak muda identik dengan idealisme politik, transparansi dan kecepatan bertindak,” katanya.

Dirinya mendorong orang muda di Ngada membangun gerakan bersama untuk memperlihatkan gairah politik anak muda yang selama ini masih tidur atau tidak diaktifkan dalam sebuah wadah yang positif dan kondusif.

Saatnya, Greg menawarkan politik orang muda sebagai salah satu pilihan bagi warga karena bagaimanapun, Ngada masa depan adalah milik orang muda.

Diungkapkan pula bahwa orang muda datang bukan untuk menganggu kaum tua. Kehadiran orang muda dalam politik adalah bukti bahwa orang muda ingin terlibat.

Kesadaran berpolitik orang muda menjadi keharusan karena politik berkaitan dengan kekuasaan dan kebijakan publik yang berorientasi jangka panjang. Itu artinya kebijakan politik akan menentukan masa depan suatu daerah.

Kalaupun ada orang tua atau generasi lama yang merasa terganggu dengan kehadiran kaum muda yang kreatif berarti mereka sedang mempertahankan status quo.

“Pada titik itu, kita harus melawan. Tidak ada tempat bagi status quo di tengah politik di alam demokrasi modern seperti saat ini. Tetapi, balik lagi. Kami akan membuka forum-forum diskusi dengan orang tua-orang tua,” ungkapnya.

Pengalaman orang tua  pastilah sangat dibutuhkan untuk menentukan arah dan perkembangan Ngada yang lebih akseleratif dan efektif.

Greg mengaku  tidak pernah menyesal  untuk meninggalkan kehidupan sebagai seorang praktisi hukum dan pengusaha dan kehidupan yang mapan di ibu kota Jakarta.

“Apa artinya hidup sukses dan mapan kalau tidak bisa berbagi kepada sesama dan tidak mau membangun daerah.Saya tidak pernah menyesal. Apa artinya hidup sukses dan mapan kalau tidak bisa berbagi kepada sesama dan tidak mau membangun daerah,”ungkapnya.

Dikatakan bahwa hidup hanya sekali dan ada muda masa untuk bekerja keras mencari rezeki bagi diri sendiri dan keluarga. Ada masa yang  harus berbakti kepada masyarakat.

Kalau dipercayakan masyarakat untuk memimpin Kabupaten Ngada, kata dia, semua usaha dan bisnis akan diserahkan kepada manajemen professional. Hal itu adalah sebuah pilihan yang bijak ketika seseorang ingin menjadi pejabat publik.

Greg sendiri mempunyai perusahaan jasa konsultasi hukum dan beberapa usaha lain di Jakarta. Sedangkan di daerah masih relatif baru dengan mengembangkan usaha penyewaan tenda dan pemeliharaan ternak babi di Ngada.

Lalu, di Mbay ibu kota Kabupaten Nagekeo ia telah mengembangkan usaha sawah, lahan dan rumah untuk pengembangan bisnis yang prospektif di kota yang relatif baru dan mempunyai prospek yang menjanjikan.

Semua usaha di daerah dijalankan oleh keluarga dan warga setempat. Itu karena ia ingin menularkan etos kewirausahaan kepada warga setempat dan juga merupakan komitmennya memberdayakan orang-orang lokal.

Greg mempunyai konsentrasi yang besar bagi pengembangan bakat-bakat anak muda Ngada.

“Jika berbicara tentang anak muda Ngada, kita berbicara tentang bakat-bakat alam yang harus dikembangkan dan dikapitalisasi,” katanya.

Greg mengaku suka menyuport dan mensponsori kegiatan-kegiatan anak muda di Jakarta dan di Ngada yang sifatnya positif.

Itu seperti kegiatan sepak bola dan kegiatan musik yang dapat membantu peningkatan minat dan bakat anak muda Ngada.

Dukungan tersebut diperlukan agar anak muda Ngada dapat berkompetisi di level yang lebih tinggi pada ajang Nasional.

“Di Jakarta, rumah saya seperti rumah singgah bagi para pemuda dan mahasiswa Ngada dan NTT. Saya membuka pintu selebar-lebarnya bagi para anak muda untuk datang berkumpul di rumah. Beberapa anak muda kuliah sambil bekerja bersama saya. Ada yang biaya kuliahnya kami bantu. Kami melakukannya dengan hati gembira sebagai saudara,” ungkapnya.

Greg mengaku istri dan anak-anaknya sangat mendukung untuk ia maju di Pilkada Ngada.

Mereka telah memotivasi Greg untuk menjadi orang yang semakin berguna bagi banyak orang.

“Doa dan dukungan dari keluarga menjadi modal dan pegangan untuk  berkiprah di jalur politik,” katanya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba