Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»2014-2019, DPRD TTS Hasilkan Satu Perda Inisiatif Seputar ‘Urusan Perut’
HEADLINE

2014-2019, DPRD TTS Hasilkan Satu Perda Inisiatif Seputar ‘Urusan Perut’

By Redaksi15 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gedung DPRD Kabupaten TTS. Diabadikan, Rabu 15 Mei 2019 (Foto: L.Ulan/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Sebanyak 40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) periode 2014-2019 hanya menghasilkan satu Peraturan Daerah (Perda) inisiatif.

Kasubag Perundang-undangan pada Sekretariat DPRD TTS, George Banunaek yang dikonfirmasi, VoxNtt.com, Rabu (15/05/2019), membenarkan hanya ada satu perda inisiatif DPRD TTS periode 2014-2019 tersebut.

Sebut Banunaek, Perda tersebut yaitu: No.6 Tahun 2017 tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD TTS.

Kinerja DPRD TTS yang hanya mampu menghasilkan satu Perda inisiatif ini, mendapat kritik keras Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) TTS, Alfred Baun.

Ketua ARAKSI ini, menyebut Perda inisiatif No.6 tahun 2017 itu adalah Perda soal urusan perut.

“Ini namanya anggota DPR yang hanya mau urus perut. Bagaimana tidak? Begitu banyak persoalan masyarakat yang mestinya dikawal dan dihasilkan lewat produk hukum anggota DPRD TTS. Namun yang terjadi adalah para anggota dewan tidak produktif dan mandul selama lima tahun,” kritik Alfred.

Perda inisiatif DPRD, katanya, sangat penting untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat.

“Kenapa, ada begitu banyak persoalan di TTS. Sebut saja, tata kelola keuangan daerah yang bobrok, masalah pertambangan, budaya dan lain sebagainya namun tak satu pun ada inisiatif,” jelasnya.

ARAKSI TTS, berharap, anggota DPRD TTS periode 2019-2024 harus bisa mengasilkan lebih banyak Perda inisiatif untuk memback up Perda usulan eksektutif yang belum menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kita berharap anggota DPRD TTS periode 2019-2024 benar-benar memperjuangkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat dengan fungsi legislasi yang melekat,” harap mantan anggota DPRD NTT ini.

Penulis: L. Ulan

Editor: Irvan K

DPRD TTS TTS
Previous ArticleKisah Penambang Pasir di Borong Matim (1)
Next Article CPNS jadi Kepala Puskesmas, DPRD TTS: Pemerintahan Beda dengan Perusahan Pribadi

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.