Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»100 Juta Dana Desa Oenbit TTU Terkesan Dibuang Percuma
VOX DESA

100 Juta Dana Desa Oenbit TTU Terkesan Dibuang Percuma

By Redaksi25 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Embung yang dibangun menggunakan Dana Desa Oenbit tahun anggaran 2017 senilai Rp 100 juta lebih yang tidak bisa dimanfaatkan (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Dana Desa Oenbit, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU tahun anggaran 2017 senilai Rp 100 juta lebih terkesan dibuang percuma.

Pasalnya, dana yang dialokasikan untuk pembangunan embung di O’Naikin Dusun 4 itu hingga kini tidak bisa dimanfaatkan. Hal itu lantaran air sama sekali tak tertampung dalam embung.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi pembangunan embung tersebut, Selasa (21/05/2019) pagi,  tampak sama sekali tidak ada air yang tertampung, padahal saat itu baru selesai hujan.

Tampak di bagian tengah embung hanya terdapat 1 tiang. Sementara pada bagian pinggir sudah tumbuh rumput liar.

Sementara pada spillway (saluran pembuangan) yang panjangnya sekitar belasan meter terdapat beberapa bagian yang baru diperbaiki.

Sementara di bagian kiri saluran pembuangan terdapat 1 bak penampung berwarna biru yang juga sama sekali tidak terisi air.

Salah seorang warga yang ditemui VoxNtt.com di lokasi mengaku sejak awal embung itu selesai dikerjakan air sama sekali tidak bisa tertampung dalam waktu lama.

Bahkan, jika air hujan banyak dan embung terisi penuh pun, air hanya bisa tertampung paling lama 1 minggu.

“Air bahkan waktu itu keluar deras dari embung dan hancurkan saluran pembuangan itu, baru kami perbaiki,” tutur sumber yang enggan menyebutkan namanya itu.

“Kalau penuh betul bisa 1 minggu baru habis, 1 hari itu air bisa turun sampai 1 meter,” jelasnya.

Kepala Desa Oenbit Marselinus Taoe saat dikonfirmasi VoxNtt.com di kediamannya mengaku pembangunan embung yang dikerjakan secara swakelola murni itu bertujuan untuk mengairi persawahan milik warga yang terletak di sekitar embung.

Untuk pembangunan embung dimaksud, jelasnya, menghabiskan dana hampir mencapai Rp 120 juta.

Rinciannya; Rp 80-an juta untuk pembayaran sewa alat dan pengadaan bahan dan sisanya untuk Hak Orang Kerja (HOK) dan pajak.

Marselinus menjelaskan, penyebab dari tidak tersedianya air di embung tersebut, lantaran curah hujan yang kurang selama 2 tahun terakhir.

Selain itu juga, ia menduga keringnya air dari embung tersebut diakibatkan oleh kondisi tanah.

“Saat Desember itu juga air sedikit, saat Inspektorat datang juga kita sudah sampaikan kalau kondisinya seperti ini, kalau untuk pengerjaan sudah sesuai petunjuk teknis dan RAB,” tutur Kades Oenbit periode 2015-2021 itu.

Marselinus menambahkan, pada tahun 2018 lalu, saluran pembuangan embung sempat pecah .

Saat BPK melakukan pemeriksaan, pihaknya diperintahkan untuk melakukan perbaikan.  Perbaikan pun sudah selesai dilakukan pada Desember lalu.

“Untuk perbaikan saluran yang pecah itu kita hanya siapkan makanan dan material, sedangkan pengerjaanya masyarakat yang waktu itu kerja yang secara swadaya kerja perbaiki lagi,” jelasnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

https://www.youtube.com/watch?v=m07YkjJFceU

Desa Oenbit TTU
Previous ArticleSTKIP Ngada dan Dinas PK Nagekeo Teken MoU
Next Article Gerebek dua Lokasi Judi, Polres TTU Amankan Satu Tersangka dan Uang Tunai

Related Posts

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026
Terkini

Pramuka Manggarai Barat Dorong Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan

13 Agustus 2026

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.