Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemdes Golo Bore Alokasikan Rp 21 Juta untuk Bumil dan Bayi
Regional NTT

Pemdes Golo Bore Alokasikan Rp 21 Juta untuk Bumil dan Bayi

By Redaksi27 Mei 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kades Golo Bore pose bersama Bumil di Desa Golo Golo Bore didampingi Perwakilan Puskesmas Tentang, Engelbertus Mardura, Selasa 21 Mei 2019 di Kantor Desa Golo Bore. (Foto: Fredi Darmin).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Pemerintah Desa (Pemdes) Golo Bore, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, NTT alokasikan dana desa tahun anggaran 2019 Rp 21.100.000 untuk pengadaan makanan tambahan bagi Ibu hamil (Bumil), Bayi dan Balita.

Periode pertama, Selasa 21 Mei lalu, terdapat sembilan Bumil dan 160 bayi dan balita yang mendapatkan jatah asupan tambahan tersebut. Makanan tambahan itu diterima di Kantor Desa Golo Bore.

Menu yang diberikan terdiri dari, susu untuk Bumil, susu untuk bayi 0-6 bulan dan makanan pendamping asi untuk bayi 6 bulan ke atas yakni, susu dan bubur kacang hijau.

Kepala Desa Golo Bore, stefanus Genggang mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk menekan gizi buruk, gizi kurang, terlebih kusus mencegah stunting di Desa Golo Bore.

Itu juga sebegai respons Pemerintah Desa Golo Bore terhadap program Pemerintah Pusat, dalam penanganan stunting di desa.

“Tujuan dari pemberian makanan tambahan (PMT) untuk Ibu hamil, bayi dan balita ini guna menjemput program Bapak Presiden kita, Joko widodo untuk penanganan stunting di desa. Supaya, gizi buruk dan Gizi kurang dapat di cegah sejak dini dan juga untuk penunjangan gizi Ibu hamil, bayi, dan balita,” ujar Stefanus.

Stefanus berharap, selama masa kepemimpinannya, kurang lebih 6 tahun ke depan, stunting di desa itu bisa dicegah.

Ia juga mengharapkan kerja sama lintas sektor, yakni pihak kesehatan, kader Posyandu, kader Pembangunan Manusia (PKM) dan penyuluh KB dengan pemerintah desa tetap terjalin dengan baik demi mewujudkan cita-cita membasmi stunting.

“Saya berharap kepada kita semua, selama masa kepemimpinan saya yang kurang lebih 6 Tahun ke depan, masalah stunting ini kita bisa intervensi. Dan saya juga berharap kerja sama lintas sektor seperti pihak kesehatan, kader posyandu, kader pembangunanan manusia dan penyuluh KB dengan Pemerintah desa tetap terjalin dengan baik,” harapnya.

Mewakili Puskemas Tentang, Engelbertus Madura mengapresiasi Pemerintah Desa Golo Bore yang sudah mengalokasikan dana untuk Posyandu, guna membantu Puskesmas dalam penanganan gizi masyarakat.

“Mewakili Puskesmas Tentang, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Golo Bore yang mengalokasikan dana sebesar Rp 21. 100. 000 untuk posyandu, dalam rangka intervensi gizi di masyarakat, terlebih khusus dalam penanganan stunting,” ungkapnya.

Madura pun berharap, program pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil, bayi dan balita itu tetap dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

“Saya berharap program pemberian makanan Tambahan untuk ibu hamil, bayi dan balita ini tetap dillaksanakan secara rutin tiap bulan,” katanya.

Sementara itu, Kader Pembangunanan Manusia (KPM) Desa Golo Bore, Frederikus Darmin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Golo Bore yang responsif terhadap program Pemerintah Pusat, khususnya dalam mencegah stunting.

Meskipun belum ada pelatihan teknis yang mendalam untuk Kader Pembangunan Manusia (PKM), Frederikus mengaku, melalui Buku Saku Stunting Desa, PKM berjuang maksimal dalam memerangi gizi buruk dan gizi kurang di Desa Golo Bore.

“Saya selaku Kader Pembangunan Manusia untuk Desa Golo Bore, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Golo Bore atas inisiatif dan kepekaan dalam menyambut program pemerintah, terlebih khusus dalam penanganan stunting,” kata Frederikus.

Berdasarkan data dari Puskesmas Tentang, pada tahun 2019, Desa Golo Bore belum ada bayi yang mengalami gizi buruk dan terdapat 4 (empat) orang yang mengalami gizi Kurang.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

 

Desa Golo Bore Kota Kupang Stefanus Genggang Stunting Tentang
Previous ArticleMelepas Penat Bersama Kopi dan Senja di ‘Mbaru Wunut’ Ruteng
Next Article Paripurna tak Disiarkan Langsung, DPRD TTS: Ada Apa?

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.