Inilah proses pengolaan arak atau moke minuman asli NTT (Foto: Istimewa)

Ende, Vox NTT-Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga mendukung langkah Pemerintah Provinsi NTT yang kini gencar mempromosikan arak lokal atau “Moke”.

Menurut AMAN, arak lokal tersebut lebih cocok dikemas sebagai minuman khas NTT.

“Nah, label itu harus dikemas secara baik menjadi minuman khas NTT. Kita mendukung itu, agar minuman lokal yang biasa dirayakan pada setiap seremonial adat dikemas menjadi minuman khas,” kata Ketua AMAN Nusa Bunga, Philipus Kami kepada wartawan di Ende, Selasa (11/06/2019) siang.

Pengolaan arak dengan cara memasak (Foto: Istimewa)

Menurut Philipus. minuman khas NTT dimaksud akan dijadikan brand name jika akan dipasarkan ke luar negeri. Hal ini dilakukan agar tidak mudah diadopsi oleh orang, daerah dan atau negara lain.

“Kita menunjukan bahwa inilah minuman khas NTT. Kita tunjuk itu adalah milik kita, milik masyarakat NTT,” terang dia.

Benny K. Harman saat menyambangi markas pembuatan moke di Maumere (Foto: Istimewa)

Ia mengatakan, jika hal yang dianjurkan tersebut diakomodir maka dapat menjawab program Pemprov NTT untuk memasarkan ke luar negeri.

Selain itu, daerah NTT akan menjadi daerah produksi bahan lokal yang dapat bersaing dengan produk lain di level internasional.

“Sehingga “moke” itu adalah minuman khas NTT yang harus dijaga dan dilestarikan. Nah, untuk itu kita mendorong Pemda se-NTT untuk membudidaya kembali. Jika hal itu terjadi maka akan menjawab program Gubernur NTT untuk memasarkan ke luar negeri,” kata Philipus.

Ketua AMAN Nusa Bunga Philipus Kami (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Selain itu, ia berharap agar Pemprov NTT terus bersosialisasi kepada masyarakat untuk tetap membudidaya tanaman enau yang menjadi bahan dasar untuk menjawabi keberlanjutan produksi minuman khas NTT.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba