Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Dua Pelaku Perdagangan Orang Dibekuk Polisi
Human Trafficking NTT

Dua Pelaku Perdagangan Orang Dibekuk Polisi

By Redaksi12 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suster Lauren aktivis peduli kemanusiaan saat bersama dengan salah satu terduga pelaku perdagangan orang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Dua terduga pelaku perdagangan orang masing-masing berinisial HD dan DS dibekuk pihak Polda NTT.

HD sendiri ditangkap di Kabupaten Belu pada 28 Mei 2019 lalu. Sedangkan, DS ditangkap di Kantor Ditreskrimum Polda NTT pada 1 Juni 2019.

HD berasal dari Bolakpelo, Desa Oelbubuk, Kecamatan Molo Tengah, TTS. Sedangkan, DS berasal dari Baubau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Dikutip dari press release Reserse Kriminal Umum Polda NTT, Selasa (11/06/2019), menyebutkan kasus tersebut bermula ketika korban yang adalah anak di bawah umur berinisial MST direkrut HD.

HD merekrut MST di daerah asalnya di Desa Oelbubuk, Kecamatan Molo Tengah, Kabupaten TTS.

HD kemudian membawa MST ke Kupang dan ditampung di rumah milik YN selama lima hari.

Selanjutnya, terduga pelaku lain DS memroses keberangkatan MST dan akan bekerja di Malaysia dengan status TKI illegal.

Namun, upaya HD dan DS terpental. Sebab, setiba di Bandara El Tari Kupang korban MST diamankan  tim Satgas Nakertrans  Provinsi NTT.

Masih dalam rilis itu, hingga kini berkas perkara HD dan DS  sudah dikirim ke Kejati NTT.

Keduanya diduga telah  melangar Pasal 2 ayat (1), Pasal 6, Pasal 10 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Perdagangan Orang.

Suster Lauren aktivis peduli kemanusiaan mengatakan, sebagai  orang yang peduli dengan perdagangan  manusia di NTT dia geram dengan tindakan kedua terduga pelaku.

“Saya geram sekali dengan DS karena kasus HD beberapa kali ketemu DS,  keluar masuk penjara dengan kasus yang sama,  sudah ratusan anak NTT dikirimkan dan sebagian korban mengalami pelecehan seksual dari DS.  Maka saya juga mohon bantuannya untuk teman-teman media kawal setiap kasus HD di NTT,  jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

Suster Lauren berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Selepas ditangkap Polisi,  nanti di Kejaksaan dilepas atau diputus sangat ringan dan pelaku melakukan hal yang sama dengan korban yang makin banyak. Pelaku tidak punya efek jera,” tandasnya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Human Trafficking Satgas HumanTrafficking
Previous ArticlePemkab Ngada dan Matim Gelar Rapat Jelang Eksekusi Tapal Batas
Next Article Mengapa Boni Hargens Lantang Kritik Pemda di NTT?

Related Posts

Kementerian HAM Gandeng Lembaga Vokasi di Sumba Cegah Perdagangan Orang

7 Juli 2026

Kementerian HAM dan KPAI Edukasi 200 Pelajar Sumba untuk Cegah TPPO dan Kekerasan Seksual

6 Juli 2026

Kementerian HAM Perkuat Sinergi Cegah TPPO dan TPKS, Dorong Sumba Jadi Pilot Program Nasional

4 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.