Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Ansy Lema Berikan ‘Jaket Persaudaraan 98’ kepada Jokowi
NASIONAL

Ansy Lema Berikan ‘Jaket Persaudaraan 98’ kepada Jokowi

By Redaksi18 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ansy Lema saat memberikan Jaket 98 kepada presiden Jokowi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT-Caleg DPR RI terpilih, Yohanis Fransiskus Lema atau yang lebih dikenal sebagai Ansy Lema mewakili aktivis 98 memakaikan jaket kepada Presiden Joko Widodo.

Jaket sebagai simbol persaudaraan dan persatuan tersebut dikenakan pada Jokowi saat acara Halal Bi Halal bersama Presiden Republik Indonesia dengan aktivis 98 se-Indonesia, Minggu (16/6/2019) di Jakarta.

Dengan memberikan Jaket 98 kepada Presiden, para aktivis ingin menegaskan persatuan-persaudaraan dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

“Ini merupakan suatu momentum bersejarah dan pengalaman mahal bagi saya,” ungkap Ansy.

Dalam momentum tersebut jebolan aktivis 98 juga berkomitmen mengembangkan demokrasi, melawan KKN, membumikan Nawacita dan menjaga Pancasila sebagai titik temu dan titik tuju bangsa Indonesia.

Presiden Jokowi pada kesempatan tersebut menyatakan, Reformasi 98 adalah salah satu sejarah besar dalam perjalanan bangsa Indonesia dan aktivis 98 adalah pelaku sejarah yang memberikan kontribusi besar bagi mekarnya demokrasi Indonesia.

Presiden mengajak Aktivis 98 untuk terus menghidupkan spirit Reformasi dalam kiprahnya dan menjaga kebhinekaan Indonesia dengan fondasi Pancasila.

Presiden menyebut, sudah banyak aktivis 98 yang menduduki posisi penting di pemerintahan, baik sebagai Bupati, Walikota maupun anggota DPR. Namun, sejauh ini belum ada aktivis 98 yang menduduki posisi menteri dan duta besar.

Presiden memberikan sinyal bagi Aktivis 98 untuk menduduki jabatan menteri. Namun, saratnya tetap sama yakni integritas, punya kapasitas dan kemampuan manajerial dalam bekerja.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Ansy Lema Kota Kupang
Previous ArticleRayakan HUT Bhayangkara, Polres Ngada Anjangsana ke Purnawirawan Polri
Next Article Pasar Mbongawani Ende Dipasang Plang “Tanah Milik Haji Muh Djaenudin Sakundah”

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026

Kuasa Hukum Gusty Pisdon Sebut Tak Ada Narasi Suap Jaksa dalam Putusan Tipikor Kupang

15 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.