Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Belu Terkesan Abaikan Rekomendasi Kejari Belu dalam Pembangunan Patung
Regional NTT

Pemkab Belu Terkesan Abaikan Rekomendasi Kejari Belu dalam Pembangunan Patung

By Redaksi19 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Kejari Belu, Alfonsius Loe Mau, SH, MH. (Foto: Marcel Manek/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Belu diduga mengabaikan rekomendasi Kejaksaan Negeri (Kejari) dan DPRD Belu terkait status tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Patung Raksasa di Teluk Gurita, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Belu, NTT.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu, Alfonsius Loe Mau yang ditemui VoxNtt.com, Selasa (18/06/2019) mengakui, sejak awal perencanaan pembangunan patung tersebut, pihaknya telah diminta Pemda Belu melalui Dinas Pariwisata untuk melakukan pendampingan.

Setelah Kejari meminta Dinas Pariwisata melakukan presentasi, pihaknya menemukan bahwa status tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan patung belum jelas, sehingga saat itu, Kejari merekomendasikan agar Pemda terlebih dahulu mengurus status tanah, dalam hal ini tanah harus bersertifikat sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Mantan Kades Nanaet Diadukan ke Kejari Belu

“Terikait pembangunan patung, sejak awal kita sudah rekomendasikan agar Pemda segera menyelesaikan sengketa tanah itu. Kita minta supaya tanah yang digunakan itu sudah bersertifikat atas nama Pemda Belu, sehingga proses pembangunan patung bisa berjalan sesuai dengan rencana. Namun rupanya hal itu diabaikan,” ungkap Alfonsius, didampingi Kasie Pidsus, Dannie Chaeruddin dan Kasie Intel Jhon Purba.

Alfonsius menjelaskan, Kejaksaan sebagai bagian dari TP4D (Tim Pengawal Pengawasan Pembangunan Pemerintah Daerah) memiliki tugas untuk mendampingi setiap proses pembangunan di wilayah Hukum Kejari Belu, yakni Kabupaten Belu dan Malaka.

Namun, diakui Alfons, pihaknya tidak berwewenang untuk melakukan intervensi soal urusan teknis di lapangan. Karena itu, ia berharap, apabila urusan tanah belum selesai, sebaiknya proses pembangunan patung ditunda dulu sehingga tidak menimbulkan persoalan.

“Baiknya diselesaikan dulu. Kalau tidak ada sengketeta baru dilanjutkan proses pembangunan patung itu,” tandas Alfonsius.

Ditanyai mengenai dampak hukum akibat tidak matangnya perencanaan, Alfonsius mengatakan, sejauh ini pihaknya masih memberikan kesempatan bagi Pemda untuk menyelesaikan status tanah.

Untuk diketahui, proses pembangunan patung raksasa sudah memasuki tahap tender, dimana dimenangkan oleh PT. Enviture Mulia Persasa dengan total nilai kontrak Rp 15.942.000.000 dana APBD II. Namun belakangan, prosesnya terhambat lantaran suku Kaliduk sebagai pemilik tanah enggan memberikan tanah mereka kepada Pemda Belu.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni J

 

Alfonsius Loe Mau Belu Kejari Belu Patung Raksasa Belu
Previous ArticlePemuda Asal Manggarai Tewas Dikeroyok Sekelompok Orang di Makassar
Next Article Yosef Nono Resmi Dilantik Jadi Sekda Ngada

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.