Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Warga Matim yang Tertahan di Makassar Akhirnya Bisa Pulang
KESEHATAN

Warga Matim yang Tertahan di Makassar Akhirnya Bisa Pulang

By Redaksi20 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rofinus Lando (38) (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng,  Vox NTT – Rofinus Lando (38) sebelumnya tertahan di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan karena kondisi sakit berat dan tidak memiliki biaya akhirnya bisa lulang ke Manggarai Timur (Matim), NTT.

Warga asal Mesi Mbata-Mukun, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Matim itu kini sudah berada di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk dirawat di RS Siloam.

Stefanus Suwardi, keluarga Rofinus mengatakan, pasca melakukan perawatan di salah satu Rumah Sakit di Kota Makassar, kondisi Rofinus kini agak membaik.

Dokter di rumah sakit tersebut pun mengizinkan Rofinus untuk keluar dan bisa pulang ke kampong halamannya.

“Sebelumnya dia dirawat di rumah sakit,  Dokter sudah izinkan dia untuk pulang karena kondisinya sudah membaik,” ungkap Stefanus kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp,  Rabu (19/06/2019).

Dia juga mengungkapkan,  jumlah uang yang terkumpul untuk rekening peduli Rofinus sejumlah Rp 10.500.000.Uang itu, kata dia,  di luar biaya tiket pulang.

Dikatakan, semua uang bantuan tersebut sudah diserahkan kepada Rofinus untuk pembayaran selama merawat di Kota Makassar.

Sebagai keluarga, Stefanus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu meringankan beban yang dialami Rofinus.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Manggarai Timur selaku ketua koordinator penggalangan dana untuk Bapak Rofinus di Kota Borong, keluarga Manggarai di Surabaya, Bapak Prof Endar dari Papua, keluarga besar Kota Komba di Bali, keluarga Bapak Kristian di Yogyakarta, keluarga Manggarai Mbata Balik Papan,” ungkapnya.

Stefanus juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga Manggarai Raya di Kota Makassar. Pasalnya, mereka dengan tulus membantu meringankan beban Rofinus.

Tak hanya itu,  Stefanus juga mengucapkan terima kasih kepada semua wartawan dari media online yang sudah giat menyebarkan berita tentang keadaan  Rofinus, sehingga mendapatkan perhatian dari semua kalangan warganet.

Baca di sini sebelumnya: Warga Matim Sakit Parah di Makassar, Tidak Bisa Pulang Terkendala Biaya

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

 

makassar Manggarai Timur
Previous ArticlePT Menara Armada Pratama Sanggup Penuhi Tuntutan Warga
Next Article HIPMI NTT Gelar Acara Halalbihalal 2019

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.