Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Diduga Upah Belum Dibayar, Puluhan Warga Dusun Malapoma Tutup Jalan
VOX DESA

Diduga Upah Belum Dibayar, Puluhan Warga Dusun Malapoma Tutup Jalan

By Redaksi22 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan yang diblokir oleh puluhan warga Dusun Malapoma, Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Puluhan warga Dusun Malapoma, Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo nekat menutup jalan yang dikerjakan tahun 2018 pada Kamis (20/06/2019).

Jalan rabat beton itu dikerjakan oleh masyarakat menggunakan ADD, kurang lebih Rp 600  juta.

Aksi penutupan jalan itu diduga karena upah kerja masyarakat Malapoma sebesar Rp 50 lebih juta hingga kini belum dibayar oleh Pemerintah Desa Rendubutowe.

“Jalan itu ditutup akibat luapan kekecewaan masyarakat dari sekretaris desa, yang mana masyarakat datang minta uang selalu janji-janji meluluh. Lalu, ada kata-kata ancaman dari sekretaris desa bilang apabila jalan itu ditutup masyarakat akan dipenjara. Ya, mereka tutup biar dipenjara saja. Masa mereka datang minta upah diteror lagi,” ujar Wilibrodus Be’i Ou warga Malapoma saat dihubungi VoxNtt.com, Jumat (21/06/2019) siang.

Wili mengatakan, warga Malapoma pada Kamis (20/06) melakukan penutupan jalan rabat di wilayah itu.

Jalan itu, kata dia, dikerjakan tahun 2018 dengan menggunakan ADD sebesar Rp 600 juta.

Rinciannya yakni, pembiayaan jalan rabat beton Bone Doho-Roga-Roga sepanjang 628 meter dan jalan rabat beton di RT 08 sepanjang 106 Meter.

Sedangkan jalan rabat beton di RT 08, sebagian upahnya sudah dibayar. Sedangkan jalan rabat di Bone Doho-Roga-Roga, upah sama sekali belum dibayar.

“Total upah yang belum dibayar ada Rp 50 juta lebih,” ujarnya.

Jalan yang diblokir oleh puluhan warga Dusun Malapoma, Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo

Menurut Wili, masyarakat berulang kali mendekati Pemerintah Desa Rendubutowe. Namun sampai saat ini tidak direspon.

Parahnya lagi, kata dia, ada oknum aparat Pemerintah Desa Rendubutowe malah mengancam masyarakat apabila jalan itu ditutup karena upah belum dibayar, maka bakal dipenjara.

Masyarakat Resah

Salah satu tokoh muda asal Desa Rendubutowe, Federikus Sapa mengaku resah dengan aksi penutupan jalan poros Malapoma itu.

“Saya sebagai masyarakat pengguna jalan merasa resah dengan tindakan penutupan jalan tersbut karena akan berdampak pada terhambatnya akses transportasi warga. Untuk mengatasi keresahan tersebut saya meminta kepada pemerintahan yang lebih tinggi untuk segera memediasi persoalan pemblokiran tersebut agar akses transpotasi kami kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rendubutowe Yeremias Lele saat dihubungi VoxNtt.com, Jumat siang, nomor hendphone-nya selalu diluar jangkauan atau tidak aktif.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Baca Juga: Hati Warga Alorawe Terkoyak

Previous ArticlePemda Ende Bakal Bangun SPBU di Wilayah Utara
Next Article Polres TTU Buru Terduga Penganiaya

Related Posts

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.