Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jembatan Darurat di Desa Lidi Ambruk
NTT NEWS

Jembatan Darurat di Desa Lidi Ambruk

By Redaksi22 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jembatan darurat yang mengubungkan Desa Lidi dan Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT ambruk pada Kamis, 13 Mei 2019 lalu (Foto: Teo Pamput)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Jembatan darurat yang mengubungkan Desa Lidi dan Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT ambruk.

Akibatnya, para pelajar dan guru di dua desa itu kewalahan untuk akses menuju SMPN Satap Nangalanang. Tak hanya para pelajar dan guru, warga pun kewalahan untuk akses Borong, ibu kota Kabupaten Matim.

Thedorus Pamput warga di Desa Lidi mengaku, jembatan itu ambruk pada Kamis,13 Mei 2019 lalu.

Peristiwa itu, terang Pamput, diakibatkan oleh dureng (hujan terus-menerus) selama dua pekan terakhir.

“Jembatan yang ambruk itu dibangun tahun lalu. Sampai sekarang belum ada informasi untuk bangun jembatan baru. Ini juga hasil kerja masyarakat dua desa,” ujarnya saat dihubungi VoxNtt.com melalui WhatsApp, Selasa (21/6/2019) sore.

Diakuinya, saat ini warga di Desa Lidi dan Desa Bea Ngencung sangat membutuhkan jembatan.

Hal itu, terang Pamput, dikarenakan jembatan sebagai salah satu akses penting bagi masyarakat, baik dari sisi perekonomian maupun pendidikan.

“Ini kondisi yang kita alami. Kalau begini terus, bagaimana warga mau jual hasil pertanian ke pasar?. Bagaimana dengan anak-anak yang mau ke sekolah?. Biar pemerintah daerah (Pemda) bangun jembatan gantung juga tidak apa-apa, yang penting kami tidak harus nyebrang kali setiap hari,” ucapnya pasrah.

Dia menambahkan, persoalan ketiadaan jembatan sering disampaikan oleh warga kepada Pemda Matim. Namun, lanjut dia sejak Matim dimekarkan, belum pernah mendengar wacana akan dibangunkannya jembatan di wilayah itu.

“Itu yang sangat kita sayangkan padahal ini (jembatan) salah kebutuhan mendasar. Tapi mungkin belum waktunya kita hanya bisa berharap dan menunggu,” ujarnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Baca Juga:

  • Titian Penuh Jasa Bagi Warga Lidi
  • Demi Sekolah, Siswa di Rana Mese Rela Lewati Titian Penuh Maut
Desa Bea Ngencung Desa Lidi Manggarai Timur
Previous ArticleTTS Targetkan Pasar Daging Sapi dan Babi ke Tiles
Next Article Lantik 10 Pejabat, Bupati dan Wabup TTS Tampil Kompak dan Mesra

Related Posts

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, DPRD Desak Jembatan Permanen di Wae Musur

30 Juni 2026

Polisi Tangkap Pengepul Togel di Toko Pertanian Kawasan Pasar Lembor

30 Juni 2026
Terkini

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

1 Juli 2026

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, DPRD Desak Jembatan Permanen di Wae Musur

30 Juni 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Dokumen WNA dalam Operasi Gabungan di Manggarai

30 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.