Bupati TTS, Epy Tahun saat diwawancarai, Kamis (20/06/2019) di Kantor Bupati TTS. (FOTO: L. Ulan/VoxNtt.com)

Soe, Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bakal memanfaatkan peluang kerja sama ekonomi antarnegara Timor Leste (Tiles) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bupati TTS, Epy Tahun yang diwawancarai wartawan, Kamis (20/06/2019) mengatakan, dirinya bersama beberapa bupati ikut dalam rombongan kunjungan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat di wilayah Oekusi, Timor Leste dalam rangka kerja sama membangun zona ekonomi NTT dan Timor Leste pekan lalu.

“Pemerintah Timor Leste akan siapkan 1.000 hektar lahan tanah, sementara itu, Pemprov NTT juga menyiapkan 1.000 hektar lahan di Oepoli untuk pembangunan pasar antar NTT dan Timor Leste,” ujar Epy Tahun.

Salah satu potensi pasar yang dibidik Pemkab TTS, lanjut Epy, yaitu penjualan daging sapi segar ke Timor Leste. Di TTS, sebut Bupati Epy, produksi daging sapi segar 18.000 ekor per tahun dari jumlah populasi 190.000 ekor per tahun.

“Permintaan daging sapi segar di Timor Leste minimal 10 persen daging sapi segar per tahun ke Timor Leste,” ujarnya.

Ke depan beberapa upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan kembali pusat resor peternakan yang ada di kecamatan-kecamatan.

“Selain itu juga, kita akan kembangkan kawin suntik sapi pada resor-resor peternakan yang ada,” tandas Epy.

Bukan hanya itu, permintaan daging babi segar yang cukup tinggi dari Timor Leste dimana mencapai 1.000 kilo gram per hari juga menjadi bidikan khusus Pemerintah Kabupaten TTS.

“Di TTS masih terjadi permainan harga penjualan sapi dan babi yang merugikan peternak. Oleh karena itu, kita optimalkan penjualan daging saja, baik itu daging sapi segar maupun daging babi segar,” paparnya.

Potensi lain di bidang pertanian yakni penjualan buah alpukat, dan tanaman holtikultura lainnya.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

alterntif text