Lapak-lapak pedagang di Pasar Mbongawani telah dibongkar dan mereka telah direlokasi (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
alterntif text

Ende, Vox NTT-Pihak ahli waris yang mengklaim hak milik tanah di Pasar Mbongawani Ende menunggu respon Pemkab Ende untuk berkomunikasi menyelesaikan persoalan tanah.

“Kami tunggu respon pemerintah terhadap persoalan ini. Kita sudah berulang kali meminta Pemerintah untuk mengklarifikasi sejak tahun 1980 hingga kini tetapi belum direspon,” ucap salah seorang ahli waris, Wahyudi Hidayat Atawani setelah dikonfirmasi wartawan di kediamannya di Kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Jumat (21/06/2019).

Menurut Hidayat, pihaknya tidak menentang dan tidak sedang berupaya menghalang-halangi proses pembangunan di Ende. Justru mendukung Kabupaten Ende agar lebih maju dan sejahtera.

Ia menerangkan, dukungan itu sudah sejak masa colonial, dimana pihak keluarga Sakundah menyerahkan lahan untuk dipakai demi kepentingan hidup masyakarat Kabupaten Ende.

“Jadi, itu ada ceritanya maka kita tegaskan bahwa kita tidak halangi. Kita dukung, malahan dukung sejak dari dulu,” ucap dia.

Hidayat menegaskan, pihak keluarga hanya menyampaikan beberapa poin penting jika Pemda bersedia atau mengagendakan pertemuan bersama.

Sementara itu, Plt Bupati Ende H. Djafar H Achmad menuturkan, pemerintah telah berkoordinasi dan mengambil langkah konkret terhadap persoalan lahan pasar.

. Plt Bupati Ende H. Djafar H Achmad menyatakan persoalan pasar telah selesai saat ditanya Wartawan di Kantor DPRD Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Sehingga terhadap persoalan itu, terang Djafar, sudah diselesaikan secara baik untuk kepentingan orang banyak.

“Untuk pasar sudah dan Asisten Dua sudah lapor ke saya setelah kita keluarkan somasi. Yang intinya kita perhatikan mereka dan memperdayakan,” katanya di Kantor DPRD Ende, Selasa (25/06/2019).

“Kita bangun pasar untuk rakyat, ada yang mau silahkan dan mudah-mudahan tidak ada masalah lagi,” sambung Djafar.

Ia menegaskan, pihaknya akan sesegera mungkin meneken kontrak untuk membangun Pasar Mbongawani.

Baca Juga: Pasar Mbongawani Dibongkar, Pedagang Jual di Jalan dan Tempat Parkir

Untuk diketahui, Pemkab Ende telah menganggarkan Rp 15 Miliar untuk pembangunan Pasar Mbongawani tahun ini. Informasi yang dihimpun, proses tender sudah dilakukan dan tinggal teken kontrak.

Sementara di sisi ini para pedagang telah direlokasi dan menggunakan pasar sementara di dekat Pelabuhan Mbongawani.

Para pedagang meminta agar proses pembangunan Pasar Mbongawani segera dilakukan agar mereka kembali melapak.

Baca Juga: Kerap Tak Nyaman, Pedagang Desak Pemkab Ende Segera Bangun Pasar Mbongawani

Desakan pedagang karena mereka merasa tak nyaman menjual di pasar tersebut.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

alterntif text