Kades Boentuka, Apris Fuah pose bersama ibu-ibu PKK. Di tengah, nampak berbagai hasil kerajinan tenun serta anyaman ibu-ibu PKK. (FOTO: L. Ulan/VoxNtt.com)
alterntif text

Soe, Vox NTT-Di tengah tuntutan persaingan global, masyarakat Desa Boentuka, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus memproduksi berbagai kerajinan lokal.

Bagaimana tidak, salah satu hasil kerajinan tradisional berupa anyaman  ‘Taka‘ (Wadah menyimpan beras yang dibawa saat ke pesta/acara kumpul keluarga, red) sudah menembus pasar internasional.

Kepala Desa Boentuka, Apris Fuah kepada VoxNtt.com, Selasa (16/07/2019) di sela-sela kegiatan Bursa Inovasi Desa di Kantor Camat Batuputih, mengakui produk Taka merupakan hasil karya ibu-ibu PKK di desa tersebut.

“Kerajinan ini sudah dijual sampai Jakarta. Bahkan sampai Jerman dan Amerika,” ujar Kades Boentuka.

Di zaman Ibu Adinda Lebu Raya masih menjabat Ketua Tim Penggerak PKK tingkat Provinsi NTT, kata Apris, hasil kerajinan ini sering dikirim ke Kupang untuk selanjutnya dipromosikan dan dipasarkan di Bali, Jakarta, Jerman dan Amerika.

“Hasil jualan dengan harga Rp. 100 ribu lebih ini bisa menghidupkan dan memberdayakan kelompok pengrajin yang tergabung dalam organisasi PKK di tingkat Desa Boentuka,” katanya.

Anyaman ‘Taka‘ yang terbuat dari daun pohon lontar ini, katanya, masih digunakan sebagai wadah untuk menyimpan barang adat dalam perkumpulan kelurga baik itu pesta maupun kedukaan di Desa Boentuka.

Masih menurut Apris, anyaman ‘Taka’ merupakan salah satu jenis kerajinan yang digeluti PKK Desa Boentuka.

Selain Taka, ibu-ibu di desa ini juga menekuni tenun ikat. Berbagai motif tenun pun sudah dipasarkan sampai ke luar negeri.

“Hasil kain tenun ikat sering dipasarkan ke Roma, Italia,” tuturnya.

Penulis: L.Ulan

Editor: Irvan K