Beberapa Personel Brimob Polres Ende sedang menurunkan perlengkapan pengamanan dari mobil saat di KM Sirung. (Foto: Ian Bala/Vox NTT).
alterntif text

Ende, VoxNTT-10 personel Brigade Mobil (Brimob) Polres Ende dikirim ke Papua untuk melakukan tugas khusus, yakni mengamankan perusahaan tambang, PT Freeport Indonesia.

Mereka adalah Aipda Yulianus Pauno, Bripka Mansyur, Brigpol Arief Isak, Brigpol Gerson, Brigpol Amrin, Brigpol Fauzan, Bharatu Lintar, Bharatu Budiono, Bharatu Aris dan Bharada Afif.

Disaksikan VoxNtt.com, para personel itu dihantar langsung oleh Danki Brimob Ende, Iptu Antonio Corte Real dan beberapa petinggi Brimob Ende, serta sejumlah Dharma Wanita saat mereka berangkat ke Polda NTT, di Kupang menggunakan KM Sirung pada Senin (05/08/2019).

Danki Brimob Antonio menyebutkan, sepuluh personel tersebut dikirim untuk membantu Polda Papua mengamankan perusahaan tambang, PT Freeport.

Sebelum diterbangkan ke Papua, mereka dikirim ke Polda NTT. Di Papua, mereka akan bergabung dengan Kompi Maluku.

“Teman-teman ini sudah pernah ke sana (Papua) dan kebetulan mereka baru pulang dari Jakarta amankan proses pemilu,” katanya.

Ia menyebutkan, pengamanan dilakukan kurang lebih selama empat bulan khusus di kawasan pertambangan.

“Mungkin sudah monitor bahwa ada lokasi di sana yang dianggap rawan dan butuh pengamanan di area Freeport,” jelas Danki Antonio.

Kesepuluh personel tersebut, kata dia, akan bergabung dengan brimob lainnya dari wilayah NTT dan akan mengikuti pelatihan selama satu minggu di Polda NTT, Kupang.

Kemudian pada 15 Agustus 2019, ratusan brimob dari Polda NTT berangkat menuju Papua.

Danki Antonio berpesan agar kesepuluh personel tersebut dapat menjalani tugas negara secara baik dan profesional.

“Ya, kami selalu berpesan bahwa berangkat harus bisa pulang. Berangkat dan pulang. Jadi, semua keluarga ditinggalkan demi misi negara,” kata Antonio.

Penulis: Ian Bala

Editor: Boni J