Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Amankan Freeport, 10 Personel Brimob Ende Dikirim ke Papua
NTT NEWS

Amankan Freeport, 10 Personel Brimob Ende Dikirim ke Papua

By Redaksi5 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Beberapa Personel Brimob Polres Ende sedang menurunkan perlengkapan pengamanan dari mobil saat di KM Sirung. (Foto: Ian Bala/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNTT-10 personel Brigade Mobil (Brimob) Polres Ende dikirim ke Papua untuk melakukan tugas khusus, yakni mengamankan perusahaan tambang, PT Freeport Indonesia.

Mereka adalah Aipda Yulianus Pauno, Bripka Mansyur, Brigpol Arief Isak, Brigpol Gerson, Brigpol Amrin, Brigpol Fauzan, Bharatu Lintar, Bharatu Budiono, Bharatu Aris dan Bharada Afif.

Disaksikan VoxNtt.com, para personel itu dihantar langsung oleh Danki Brimob Ende, Iptu Antonio Corte Real dan beberapa petinggi Brimob Ende, serta sejumlah Dharma Wanita saat mereka berangkat ke Polda NTT, di Kupang menggunakan KM Sirung pada Senin (05/08/2019).

Danki Brimob Antonio menyebutkan, sepuluh personel tersebut dikirim untuk membantu Polda Papua mengamankan perusahaan tambang, PT Freeport.

Sebelum diterbangkan ke Papua, mereka dikirim ke Polda NTT. Di Papua, mereka akan bergabung dengan Kompi Maluku.

“Teman-teman ini sudah pernah ke sana (Papua) dan kebetulan mereka baru pulang dari Jakarta amankan proses pemilu,” katanya.

Ia menyebutkan, pengamanan dilakukan kurang lebih selama empat bulan khusus di kawasan pertambangan.

“Mungkin sudah monitor bahwa ada lokasi di sana yang dianggap rawan dan butuh pengamanan di area Freeport,” jelas Danki Antonio.

Kesepuluh personel tersebut, kata dia, akan bergabung dengan brimob lainnya dari wilayah NTT dan akan mengikuti pelatihan selama satu minggu di Polda NTT, Kupang.

Kemudian pada 15 Agustus 2019, ratusan brimob dari Polda NTT berangkat menuju Papua.

Danki Antonio berpesan agar kesepuluh personel tersebut dapat menjalani tugas negara secara baik dan profesional.

“Ya, kami selalu berpesan bahwa berangkat harus bisa pulang. Berangkat dan pulang. Jadi, semua keluarga ditinggalkan demi misi negara,” kata Antonio.

Penulis: Ian Bala

Editor: Boni J

 

Ende Freeport Indonesia
Previous ArticleBerita VoxNtt.com Diduga ‘Diedit Ulang’ oleh Oknum yang Tidak Bertanggung Jawab
Next Article Kantor Polda NTT Terbakar, Begini Kata Wakapolda

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.