Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jhonny Plate: Pengelolaan SDA Matim Belum Maksimal, Pola Pikir Harus Diubah
Regional NTT

Jhonny Plate: Pengelolaan SDA Matim Belum Maksimal, Pola Pikir Harus Diubah

By Redaksi8 Agustus 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Johnny Plate saat memberikan materi di aula Kevikepan Borong, Manggarai Timur. (Foto: Sandy Hayon/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Anggota DPR-RI terpilih dapil NTT, Johnny G. Plate menyentil pembangunan di kabupaten Manggarai Timur.

Manggarai Timur, kata Jhonny, memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, namun cara mengelola kekayaan tersebut belum maksimal.

Menurut Jhonny, hal itu terjadi karena stakeholders yang ada masih kerja sendiri-sendiri, padahal kalau bekerja sama, bisa memberikan dampak kesejahteran masyarakat.

“Pola pikir harus diubah untuk kemajuan Manggarai Timur. Kita masih membangun sendiri, saling harap antara satu dengan yang lain. Kita menunggu orang lain yang bergerak baru kita bergerak. Jika ingin maju, kita harus bergerak tanpa melihat orang lain bergerak lebih dahulu. Atau kita sama-sama bergerak itu malah lebih bagus,” ungkapnya saat melakukan reses yang dilaksanakan di Aula Kevikepan Borong, Selasa (6/8/2019).

Karena itu Jhonny berharap seluruh eleman masyarkat turut terlibat dalam pembangunan bersama itu.

“Kita juga mengharapkan pemerintah tetapi bagimana kita berjuang bersama Pemerintah Manggarai Timur untuk memajukan Manggarai Timur dengan berbagai cara demi terwujudnya masyarakat yang maju, baik dari segi ekonomi maupun sumber daya manusianya,” katanya .

Dalam materinya Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Nasdem itu mengatakan, pembangunan Nasional dan daerah haruslah sinkron.

Menurutnya, jika selama ini progam Nasional dan Kabupaten tidak sejalan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo maka semua proses pembangunan ke depan harus sejalan.

Dia menjelaskan, pemerintah merupakan pilar pertama dari empat pilar pembangunan. Jadi, pemerintah harus bisa mendorong 3 pilar lainnya untuk bersama-sama membangun Manggarai Timur. Tiga pilar lainnya adalah, swasta, masyarakat dan tokoh agama.

Jadi lanjut Johnny, empat pilar ini harus bergerak bersama-sama jika ingin Manggarai Timur maju.

Sumbang 25 Juta untuk Vox Point

Pada kesempatan itu, Johnny G. Plate juga memberikan sumbangan sebesar 25 juta rupiah untuk mendukung dan mendorong organisasi Vox Point di Manggarai Timur (Matim).

Anggota DPR RI yang kembali terpilih itu mengatakan, kehadiran Vox Point Indonesia tidak hanya di Manggarai Timur tetapi juga Manggarai Barat, dan Manggarai.

Harapannya Pengurus Vox Point Daerah Manggarai Timur menjadi duta gereja yang siap menjadi garam dan terang bagi semua.

Dia juga menekankan agar Vox Point Manggarai Timur sungguh-sungguh berkarya dan mengabdi bagi kemajuan gereja dan bangsa Indonesia dengan mengedepankan perjuangan sosial politik dan kemasyarakatan sesuai ajaran kristiani.

Sementara itu Moderator Vox Point Manggarai Timur, Romo Hermen Sanusi Pr, mengatakan bahwa Vox Point Indonesia hanya fokus pada tiga hal yakni sebagai lembaga kajian, lembaga kader dan lembaga edukasi.

Dijelaskannya, sebagai lembaga kajian bisa memecahkan masalah dan mencarikan solusinya, kemudian sebagai lembaga kader Vox harus bisa menjadikan orang yang tidak tau apa-apa tentang politik sampai tahu tentang politik.

Dari sisi pembelajaran dan pengkaderan seperti Rekoleksi Politik (Rekpol) yang berisi tentang ajaran sosial Gereja dan pengetahuan politik. Kemudian pengkaderan Bela Negara.

Sedangkan sebagai lembaga edukasi kata Romo Hermen, wajib memberikan dan membagi pengetahuan melalui seminar dan dialog politik.

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Irvan

Johnny Plate Manggarai Timur
Previous ArticleWarga Desa Puluhan Tahun Timba Air Kali, Kades Tasain Malah Bangun Jalan yang Kini Mubazir
Next Article Kelebihan Pestisida, Warga Ende Diimbau Waspada Konsumsi Sayuran

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.