Anggota DPR terpilih asal NTT, Ansy Lema (kiri), Basuki Tjahaja Purnama (tengah) dan ketua DPD PDIP NTT, Emi Nomleni (kanan) saat berdialog dengan sejumlah toko agama di Hotel Naka Kupang 13 Agustus 2019 (Foto: Tarsi)
alterntif text

Kupang, Vox NTT-Basuki Tjahaja Purnama atau BTP bersama anggota DPR RI terpilih, Ansy Lema berdialog dengan sejumlah tokoh agama dan para akademisi di hotel Naka Kupang, Selasa (13/082019).

Pantauan VoxNtt.com, diskusi berjalan santai dan penuh kekeluargaan.

Di hadapan para tokoh agama, Ahok membagikan pengalamannya selama kurang lebih 20 bulan berada di Mako Brimob.

BTP menganggap rentang waktu tersebut sebagai ret-ret di mana ia banyak mendapatkan waktu untuk bermenung dan merefleksikan hidup.

Buah dari ‘ret-ret’ tersebut adalah ia dapat belajar menguasai diri dan memafkan sesama.

Sementara sejumlah tokoh agama menitipkan pesan, saran dan pendapat buat BTP dan PDIP.

alterntif text

Pertama, PDI Perjuangan diharapkan tetap menjadi partai Nasionalis terdepan, teguh di jalan kerakyatan, dan menjadikan Pancasila sebagai bintang penunjuk dan meja statis perjalanan bangsa.

Pancasila diyakini sebagai antitesa berkembangnya radikalisme, hoax dan ujaran kebencian.

Kedua, mencermati perjalanan bangsa akhir akhir ini, PDI Perjuangan harus tetap konsen menjaga empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Sejumlah tokoh agama sepakat bahwa 4 pilar ini tak bisa ditawar tawar lagi di tengah tengah gempuran politik identitas.

Ketiga, BTP bersama PDI Perjuangan diharapkan terus berjuang menegakkan demokrasi ekonomi atas terbatasnya akses pasar, minimnya sumber daya transportasi, kesenjangan ekonomi dan masih tingginya angka kemiskinan.

Keempat, spirit BTP menjadi pembelajaran bangsa dari aspek kepemimpinan dan keadilan penegakkan hukum di Indonesia.

Kelima, bersama Ahok dan PDI Perjuangan diminta agar memperjuangkan berbagai keterbelakangan pendidikan, sosial politik dan keterbelakangan ekonomi di NTT. (VoN).