Kapolsek dan anggota Polsek Reo saat memeriksa isi tas pria tanpa identitas di Makopolsek Reo, Senin (13/08/2019).
alterntif text

Ruteng, Vox NTT -Polsek Reo mengamankan seorang pria dewasa bisu tanpa identitas yang dilaporkan warga.

Kapolsek Reo Ipda Alvian Hidayat menjelaskan, keberadaanya di Reo pertama kali diketahui oleh Musi (40) yang merupakan warga asal Kedindi, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok.

Musi pertama kali bertemu dengan pria tersebut saat sedang sholat di Masjid Nurul Barokah Kedindi.

Setelah selesai sholat, kata dia, Musi menanyakan asal usulnya. Namun pria tanpa identitas itu tidak bisa menjawab semua pertanyaan. Ia hanya memberikan jawaban dengan bahasa tubuh.

“Melihat tingkah lakunya, saudara Musi menghubungi anggota Polsek Reo untuk menyampaikan hal tersebut,” ungkap Ipda Alvian kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Senin (13/08/2019).

Pria itu datang dengan membawa sebuah tas berwarna coklat.

Setelah diperiksa isi tas oleh Kapolsek bersama anggota piket SPKT, tidak ditemukan adanya barang bawaan berbahaya maupun barang-barang terlarang lainnya.

Kapolsek Reo dan anggota Polsek Reo masih berupaya untuk mencari petunjuk asal usul atau alamat tempat tinggalnya. Pihak Polsek Reo juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Manggarai.

Ipda Alvian mengaku, pada saat pihaknya menunjukkan gambar dan lambang kota se- Indonesia, pria itu menunjuk Kota Lampung Timur dengan memberi isyarat tempat tinggal atau rumahnya.

Melihat isyarat yang diberikannya, anggota piket kembali menunjuk gambar kota lain. Namun dirinya menggelengkan kepalanya dan tetap menunjukan lambang Kota Lampung.

“Kemudian ia langsung mengambil kertas dan menggambar yang hasil gambarnya tersebut mirip atau persis dengan lambang Kota Lampung,” kata Ipda Alvian.

Hingga kini, pria itu masih berada di Makopolsek Reo.

“Selain tidak dapat berbicara yang bersangkutan juga tidak bisa menulis melainkan hanya bisa menggambar sebagai salah satu tanda isyarat saat berkomunikasi,” tutup Kapolsek Alvian.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba