Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ribuan Penduduk Pulau Komodo Sambut Tim Terpadu dengan Aksi Unjuk Rasa
NTT NEWS

Ribuan Penduduk Pulau Komodo Sambut Tim Terpadu dengan Aksi Unjuk Rasa

By Redaksi16 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat Pulau Komodo unjuk rasa menyambut tim terpadu Kamis (15/08/2019). Kunjungan tim ini diwarnai kericuhan ribuan massa di pintu masuk dermaga Kampung Komodo. Aksi tersebut sontak mengagetkan tim terpadu yang berniat ingin menyampaikan maksud di balik rencana penutupan dan relokasi warga di Pulau Komodo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Ribuan penduduk Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menyambut tim terpadu dengan aksi unjuk rasa.

Tim terpadu yang terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Kabupaten Mabar itu tiba pada Kamis (15/08/2019) siang.

Kunjungan tim ini diwarnai kericuhan ribuan massa di pintu masuk dermaga Kampung Komodo. Aksi tersebut sontak mengagetkan tim terpadu yang berniat ingin menyampaikan maksud di balik rencana penutupan dan relokasi warga di Pulau Komodo.

Akbar, tokoh muda yang juga warga setempat menuturkan, warga Pulau Komodo menolak kedatangan tim terpadu dengan alasan apapun.

“Saya tokoh muda di kampung ini, saya minta jika tim terpadu dukung penolakan penutupan dan relokasi warga kampung kami, tolong semua pakai baju kaos hitam ini,” teriak Akbar.

Penduduk Komodo juga membawa spanduk bertuliskan “Kami tolak pemindahan warga Pulau Komodo”.

Negosiasi dengan tim terpadu pun berlangsung alot. Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang dan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi Asep Sugiharta, ikut berdialog dengan perwakilan warga selama satu jam.

Namun warga tetap bersikeras menolak kehadiran tim terpadu yang datang ke pulau itu. Usai negosiasi tanpa hasil, tim terpadu memutuskan untuk kembali ke Loh Liang Komodo dan melakukan rapat tertutup.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Manggarai Barat Pulau Komodo
Previous ArticleTua Adat Kampung Meda Bantah Lakukan Penyerangan
Next Article Kades Bere Dinilai Kebal Hukum

Related Posts

Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Benteng Jawa–Bawe, Sindir Minimnya Perhatian Pemerintah

3 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Dokumen WNA dalam Operasi Gabungan di Manggarai

30 Juni 2026
Terkini

Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Benteng Jawa–Bawe, Sindir Minimnya Perhatian Pemerintah

3 Juli 2026

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026

Manggarai Timur Hadapi Lonjakan Bunuh Diri, Dinas Sebut Peran Ayah Perlu Diperkuat

2 Juli 2026

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

1 Juli 2026

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.