Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Yusuf Soru: Tak Zamannya Kampanye Pakai Baliho
Pilkada

Yusuf Soru: Tak Zamannya Kampanye Pakai Baliho

By Redaksi18 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yusuf Soru (kedua dari kiri) dalam kampanye Pemilu 2019 lalu tampak langsung terjun mendatangi masyarakat tanpa menggunakan baliho. (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT- Yusuf Nikolaus Soru (YNS) merupakan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Timor Tengah Selatan (DPRD TTS) terpilih periode 2019-2024.

Kendati disebut sebagai wajah baru di parlemen, YNS bukan pemain baru dalam percaturan politik di TTS.

Periode 2009-2014 lalu, YNS pernah menjadi anggota DPRD TTS dengan usia paling muda yakni 23 tahun.

Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang ini pun pernah tercatat sebagai Ketua Komisi A DPRD TTS periode 2009-2014 lalu.

Kini, ia kembali terpilih menjadi anggota dewan dari Dapil 1 TTS, yang meliputi Kecamatan Batuputih, Kuatnana, Amanuban Barat dan Kota Soe.

YNS tidak memakai baliho untuk meraup suara pada kampanye Pemilu lalu. Walau kampanye Pemilu kali lalu, ditandai dengan perang baliho para calon legislatif.

Pemandangan demikian, bukan lagi hal baru tatkala hajatan demokrasi lima tahunan dihelat.

Tampak baliho akan bertebaran di mana-mana, menghiasi sudut keramainan kota hingga hutan di kampung-kampung.

Kendati demikian, kampanye dengan baliho ini, dianggap tidak zamannya lagi bagi YNS.

Ia mengaku pada tahapan kampanye tidak memilih metode dengan media baliho. Metode demikian, kata politisi PDI Perjuangan ini, selain terkesan menghamburkan uang juga tidak efektif.

“Saya memilih mendatangi warga dengan memberikan pendidikan politik. Bagaimana coblos yang benar. Kalau menggunakan baliho, pesan yang disampaikan bisa saja tak nyangkut bahkan tak sampai sama sekali,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan TTS ini.

YNS yang disebut-sebut sebagai calon kuat Wakil Ketua DPRD TTS ini juga mengakui, jika dinamika politik terus berubah setiap saat. Oleh karena itu, baginya, seorang politisi tidak boleh hanya terpola dengan gaya lama.

“Dalam berpolitik harus kreatif, tak bisa kaku melulu. Ini karena waktu terus berjalan dan politik itu dinamis selalu,” ujar politisi kelahiran Tepas, Kecamatan Batuputih, 1 Juni 1984 ini.

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

DPRD TTS TTS Yusuf Soru
Previous ArticlePolitisi Golkar Apresiasi Pendatang Baru di Pilkada Manggarai
Next Article Wabup Belu Minta Masyarakat Jaga Keamanan di Tanah Sahabat

Related Posts

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

PAN Manggarai Gelar Muscab, Yosef Hasmi Dorong Kader Kuasai Ruang Digital

30 Mei 2026

Bawaslu Manggarai Gandeng Mahasiswa Konsolidasi Demokrasi di Tengah Ancaman Politik Uang dan Hoaks

28 Mei 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.