Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kehamilan Usia Remaja di Ende Masih Rentan Terjadi
KESEHATAN

Kehamilan Usia Remaja di Ende Masih Rentan Terjadi

By Redaksi30 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) wilayah NTT, Marianus Mau Kuru menyebutkan perempuan usia remaja di Kabupaten Ende masih rentan terjadi kehamilan.

Data BKKBN menyebutkan bahwa angka kehamilan di kalangan remaja Ende ialah 19 per 1000 remaja. Artinya, jumlah 1000 remaja perempuan berusia 15–19 tahun di Ende terdapat 19 remaja perempuan yang hamil dan melahirkan.

“Memang jumlah itu tidak terlalu tinggi, dibawah nasional. Tetapi kita ingin angka harus nol untuk kehamilan pada usia itu di Kabupaten Ende,” ungkap Marianus kepada wartawan di Aula Hotel Grand Wisata Ende, Jumat (30/08/2019).

Ia menjelaskan, angka kehamilan usia remaja di Kabupaten Ende di bawah angka kehamilan remaja tingkat NTT yakni 27 per 1000 remaja.

Untuk menekan angka kehamilan usia remaja pihaknya gencar mengkampanyekan program Generasi Berencana (GenRe). Program tersebut terutama mengisi tiga hal penting.

Pertama, seks pra nikah. Para remaja usia itu mesti mampu menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seksual sebelum nikah di bawah usia 21 tahun.

Kedua, pernikahan dini. Marianus berkata, terhadap anak usia remaja yang menikah pada usia lebih rentan mempengaruhi terhadap ekonomi keluarga. Selain itu, ancaman hidup keluarga dan anak serta berpotensi mengalami kematian ibu dan anak.

Ketiga, tidak menggunakan narkoba dan mencegah penyakit HIV-AIDS.

“Nah, poin-poin ini yang kita informasikan ke anak-anak remaja di sekolah-sekolah,” ungkap dia.

Ia menambahkan, BkkbN tidak membiarkan jika seorang remaja terlanjur mengalami kehamilan di usia remaja. Pihaknya akan menerapkan program second chance. 

“Jadi, memang secara psikologi kita tidak biarkan. Kita akan kembali menasihat mereka agar tidak melakukan hal yang sama,” ucap Marianus.

“Tapi sebaiknya diharapkan tidak boleh terjadi. Ini juga untuk kepentingan generasi bangsa,” sambung dia.

Ia menegaskan, tiga poin diatas merupakan program nasional. Sehingga diharapkan program tersebut dimasukan dalam RPJMD atau masuk sebagai rencana strategis (renstra) Kabupaten Ende.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleSarlin Jones, Finalis asal NTT Raih Mahkota Miss Grand Indonesia 2019
Next Article Edi Endi Terpilih Menjadi Ketua Sementara DPRD Mabar

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.