Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Seminggu, Penjual Jagung Bakar di Arena Pameran Soe Raup Rp 7 Juta
Ekbis

Seminggu, Penjual Jagung Bakar di Arena Pameran Soe Raup Rp 7 Juta

By Redaksi5 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lokasi arena pameran Lapangan Puspenmas, Kota Soe, tampak ramai, Sabtu (31/08/2019) malam.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Waktu menunjukkan pukul 22.30 Wita. Meski mulai larut malam, suasana sekitar Lapangan Puspenmas, Kota Soe, masih ramai.

SEMILIR angin terasa menusuk pori-pori. Maklum, suhu Kota Soe di malam Minggu (31/08/2019) berada pada kisaran 16 derajat celsius.

Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, melewati lokasi ini di jam yang sama, biasanya gelap dan sunyi.

Sejak awal Agustus, lokasi sekitar Lapangan Puspenmas dan alun-alun Kantor Bupati TTS memang padat aktivitas.

Berbagai atraksi seni budaya hingga pameran pembangunan dihelat di lokasi yang sudah disulap Pemkab TTS menjadi ruang ekspresi publik.

Di pinggiran lapangan, berjejal para penjual aneka jenis kuliner. Pembeli pun, tak kalah banyaknya, ikut berdesak-desakan. Jagung bakar dan kopi panas laris manis diminati pengunjung.

Dan Ottu, seorang penjual jagung bakar, mengaku sudah seminggu memilih lokasi area pameran ini untuk berjualan.

Om Dan, sapannya, mengaku, setiap sore hingga pukul 00.00 Wita atau jam 12 malam, berhasil menghabiskan satu setengah karung jagung.

Satu karung, sebutnya, sekira 150 bulir jagung.

“Harga satu jagung bakar Rp 5.000. Sudah satu minggu setiap malam bisa habis satu karung atau lebih,” ungkapnya.

Bisa dibayangkan bila satu malam terjual 150 bulir jagung bakar, maka penghasilannya bisa mencapai Rp 750.000.

Bila dikalikan lagi dengan satu minggu atau 7 hari, maka penghasil Om Dan bisa mencapai Rp 7 juta lebih.

Bukan hanya itu, Om Dan mengaku, memboyong serta anak-anak dan istri ikut berjualan di arena pameran.

“Istri dan anak jual kopi panas serta bubur kacang panas. Kopi harga Rp 5.000, bubur kacang juga Rp 5.000. Bubur kacang panas bisa laku sampai 25 gelas setiap malam, sementara kopi panas sampai 30 gelas,” kisahnya.

“Jalan-jalan ke Puspenmas, jangan lupa dada dikasih panas. Kopi panas, jagung bakar. Tambah panas dioles pedas”. Selamat menikmati sajian jagung bakar di Kota Soe, TTS.

Penulis: L. Ulan

Editor: Irvan K

TTS
Previous ArticlePotret Miris Desa Babotin Malaka
Next Article Kasus Pembunuhan di Ipi-Ende, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Related Posts

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026
Terkini

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.