Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Pembunuhan di Ipi-Ende, Tersangka Terancam Hukuman Mati
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Pembunuhan di Ipi-Ende, Tersangka Terancam Hukuman Mati

By Redaksi5 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasat Reskrim Polres Ende AKP Lorensius sedang menyampaikan hasil pemeriksaan kasus pengeroyokan dan pembunuhan di Ende, Flores, NTT (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepolisian Resort Ende telah melakukan identifikasi serta mengumpulkan keterangan kasus pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Rikar Edison Wole (36), warga Lingkungan Hau, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan pada Kamis, 29 Agustus 2019 lalu.

Dari hasil itu, Polisi menetapkan Indra Usman alias Boger sebagai tersangka utama kasus pembunuhan.

Indra dijerat Pasal 340 Subsider Pasal 338 KUHP atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman Hukuman Mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Selain Indra, Polisi juga telah menetapkan Safrudin Usman dan Rikardus Didikus sebagai tersangka pengeroyokan dalam kasus itu pula.

Keduanya dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun.

Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius menyebutkan, masing-masing tersangka baik pengeroyokan maupun pembunuhan sudah diamankan dan kini ditahan di Polres Ende.

“Sudah diamankan semua. Tersangka pembunuhan yang berusaha kabur sudah kita dapatkan di Wolojita,” kata Lorensius dalam jumpa pers di Mapolres Ende, Rabu (04/09/2019) pagi.

Dikabarkan sebelumnya, kasus tersebut berawal dari percekcokan antara korban dan Safrudin Usman alias SU yang merupakan saudara kandung Indra Usman. Karena konsumsi minuman keras (miras) berlebihan, keduanya akhirnya berkelahi.

Indra yang saat itu sedang bersama Rikardus akhirnya datang mengeroyok korban dan berujung menusuk badan korban menggunakan pisau hingga tewas.

Setelah mendapatkan laporan, polisi akhirnya gelar olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dan barang bukti. Polisi pun memburu pelaku yang berusaha melarikan diri.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Polres Ende
Previous ArticleSeminggu, Penjual Jagung Bakar di Arena Pameran Soe Raup Rp 7 Juta
Next Article Di Balik Pelantikan DPRD Mabar

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.