Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik
NTT NEWS

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

By Redaksi23 Juni 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para pembeli sedang membeli ikan di Lapak Brigadir Oebesa (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, VoxNTT.com – Kehadiran Lapak Ikan Brigadir Oebesa di RT 11 RW 05, Kelurahan Oebesa, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pelanggan mengaku puas dengan kualitas ikan yang dijual serta harga yang dinilai terjangkau.

Salah seorang pembeli asal Kampung Lakat, Tirsa, mengaku rutin berbelanja di lapak tersebut karena kualitas ikan yang selalu segar.

“Harganya murah dan juga kualitas ikannya sangat segar,” ujar Tirsa, Senin, 22 Juni 2026.

Ia mengatakan dirinya bersama keluarga telah menjadi pelanggan tetap di Lapak Ikan Brigadir Oebesa.

Hal serupa disampaikan Silvi, pelanggan yang datang dari Bena untuk membeli persediaan ikan bagi keluarganya.

“Beli ikan untuk stok satu Minggu,” katanya yang juga merupakan pelanggan setia lapak ikan tersebut.

Pelanggan lainnya, Oktavianus Tuan, datang dari Siso untuk membeli ikan di lapak tersebut. Menurutnya, kesegaran ikan menjadi alasan utama memilih berbelanja di sana.

“Murah dan ikannya segar. Kalau tempat lain saat saya beli susah melek makanya saya beli di sini karena segar,” kata Oktavianus kepada Voxntt.com.

Kantongi Izin Usaha

Owner Lapak Ikan Brigadir Oebesa, Dewei Yovita Samol mengatakan, usaha yang dirintis bersama suaminya sejak Mei 2026 telah mengantongi izin usaha yang diperlukan.

Menurut Dewi, usahanya telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat standar berbasis risiko yang diterbitkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta Pemerintah Kabupaten TTS.

“Sebelum mulai bisnis ini saya sudah mengurus admistrasi di Dinas Perijinan dan sudah punya NIB,” kata Dewi.

Selain memastikan legalitas usaha, Dewi juga menegaskan bahwa pengelolaan limbah menjadi perhatian utama dalam menjalankan bisnis tersebut.

“Saya sangat memperhatikan limbah. Tidak pernah membuang di lingkungan sekitar,” kata anggota Polri yang bertugas di Polres TTS itu.

Ia menjelaskan, air bekas pencucian ikan selalu ditampung terlebih dahulu sebelum dibuang ke lokasi yang jauh dari kawasan permukiman.

“Saya buang di tanah yang adalah milik saya pribadi,” ujarnya.

“Saya tidak membuang limbah sembarangan. Sehabis jualan air ikan ditaruh di boks dan dibuang di tempat saya sendiri yang jauh dari pemukiman penduduk,” katanya menambahkan.

Tetangga Tidak Terganggu

Klaim tersebut juga diperkuat oleh Yohanis Boimau, tetangga yang rumahnya berdampingan dengan lokasi usaha.

Ia mengaku tidak pernah melihat limbah ikan dibuang sembarangan maupun mencium bau yang mengganggu lingkungan sekitar.

“Saya yang rumah berdampingan merasa tidak terganggu. Bapak mereka bisa lihat sendiri. Kalau ada yang protes soal limbah silakan mereka datang langsung ke sini kan.”

“Bukan mau bela siapa siapa tapi emang tidak ada bau yang kami cium,” kata Yohanis.

Buka Lapangan Kerja

Selain melayani kebutuhan masyarakat, keberadaan lapak ikan tersebut juga dinilai membantu membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

Salah seorang pekerja, Orpa Napur (61), warga Kelurahan Nunbeu, mengaku dirinya dan pekerja lainnya sangat terbantu dengan adanya usaha tersebut.

“Menurut saya ibu Dewi sangat baik. Sejak kami kerja di sini selau diperhatikan dengan baik. Saya sangat bangga. Mereka ada pekerjaan sendiri tapi bisa buka lahan pekerjaan bagi kami untuk kerja di sini.”

Orpa mengatakan sebagian besar pekerja di lapak tersebut merupakan ibu-ibu dan janda yang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Mereka sudah mengurangi pengangguran di TTS. Mereka masih ada perhatian bagi anak anak tidak sekolah. Hampir semua yang kerja di sini kami ibu-ibu janda. Kalau gaji sesuai UMR. Kami rasa bangga. Mereka benar benar membantu kami,” pungkasnya.

Penulis: Ronis Natom

Kecamatan Kota SoE Kelurahan Oebesa Timor Tengah Selatan TTS
Previous ArticleMantan Kadis DP3AKB Manggarai Timur Diperiksa Kejari Manggarai Terkait Dugaan Korupsi Anggaran
Next Article Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

Related Posts

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026

Yohanes Rumat Tanggapi Kritik atas Terpilihnya Kembali sebagai Ketua DPC PKB Manggarai Timur

18 Juni 2026
Terkini

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Mantan Kadis DP3AKB Manggarai Timur Diperiksa Kejari Manggarai Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

22 Juni 2026

Diri Menjadi Pusat: Tuhan, Sesama, dan Alam Jadi Satelit

22 Juni 2026

Algoritma dan Asap Dapur di Manggarai Timur

20 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.