Ilustrasi

Ende, Vox NTT-Pedagang harian Pasar Potulando atau Pasar Senggol Ende, NTT mengeluhkan jamban yang pernah dijanjikan Pemerintah Kabupaten Ende beberapa waktu lalu.

Para pedagang harus tutup dan meninggalkan lapak jualan lantaran minimnya fasilitas jamban di kompleks pasar tersebut.

“Waktu resmi (pasar) tahun lalu memang pemerintah pernah janji bangun jamban. Sudah pernah ukur tapi sampai saat ini belum dibangun,” kata salah seorang pedagang Pasar Potulando Jainab kepada wartawan, Selasa (10/09/2019) siang.

“Iya, harus lari ke rumah kami masing-masing. Jauh di Onekore sana,” sambung dia setelah ditanya awak media.

Jainab menyebutkan jamban di kompleks memang pernah dibangun sebelum adanya proyek pembangunan pasar tersebut. Tetapi sudah tak berfungsi dan tutup karena sudah penuh.

Kurang lebih setahun dengan tidak adanya jamban, Jainab mengaku malu ketika ditanya para pengunjung. Terlebih, pengunjung yang berasal dari luar daerah.

“Pernah kami ditanya toilet oleh orang Jawa dan bule-bule. Kami malu dan terpaksa kami arahkan ke Mesjid, ke Kantor BRI atau Apotek dekat sini. Ia, sangat malu kita,” kata dia.

Jainab menegaskan fasilitas umum seperti jamban sangat dibutuhkan. Karena sarana tersebut sangat melekat dengan diri setiap manusia.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Ende diharapkan segera membangun sarana dimaksud di Pasar Potulando.

“Kita hanya minta bangun jamban dan air bersih. Kita kesulitan itu di sini,” kata Jainab.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ende belum dapat ditemui.

Sejumlah awak media mendatangi kantor tersebut pada Selasa siang namun dikabarkan sedang bertugas di luar kota. Untuk diketahui, media ini terus berupaya untuk menghubungi Kadis Disperindag Ende.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

alterntif text