Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»BPOM Kupang: Waspada Makanan dan Obat Kedaluwarsa!
KESEHATAN

BPOM Kupang: Waspada Makanan dan Obat Kedaluwarsa!

By Redaksi12 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kupang melakukan sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) terkait obat dan makanan di Glory Hall, Betun, Kabupaten Malaka, Rabu (11/09/2019).

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Kabupaten Malaka tentang obat dan makanan yang baik dan berbahaya bila dikonsumsi.

Kegiatan ini dibuka oleh Andreas Seran, salah satu Kepala Bidang di Dinas Kesehatan Malaka. Andreas mewakili Bupati Malaka, dr. Stevanus Bria Seran.

Kepala Seksi KIE Badan POM Kupang, Yoseph Nahak, dalam arahannya menjelaskan cara memilih makanan dan obat yang berkualitas baik.

“Jangan sembarangan memilih produk makanan instan dan obat yang beredar di masyarakat. Perhatikan kemasan produk makanan atau obat itu. Jika tertulis kedaluwarsa sampai dengan September, berarti obat atau makanan itu bisa dikonsumsi”, kata Yoseph, seperti yang dilansir media lokal Malaka, timorline. com.

Selain masa berlaku, Yoseph meminta masyarakat Kabupaten Malaka untuk mengetahui lebih awal kode produk dan alamat perusahaannya.

Selain itu, Yoseph juga mengingatkan masyarakat Malaka untuk mewaspadai penggunaan obat-obat pengawet makanan dan makanan dingin yang dipanaskan berulang kali. Sebab penggunaan formalin dan borax sebagai pengawet makanan sangat membahayakan kesehatan tubuh.

Makanan dingin yang dipanaskan berulang kali juga bisa berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh manusia.

“Intinya, kita harus selalu waspada terhadap makanan dan obat yang berbahaya”, kata Yoseph.

Sosialisasi ini diikuti para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka, dan utusan dari kecamatan dan desa se-Kabupaten Malaka.

Penulis: Frido Raebesi

Editor: Irvan K

BPOM Kupang Malaka
Previous ArticleTimbang-timbang Gubernur Laiskodat Jadi Menteri Jokowi
Next Article Komentar Dua Srikandi Politik Asal TTS Soal Buruknya Jalan Provinsi

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.