Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Komentar Dua Srikandi Politik Asal TTS Soal Buruknya Jalan Provinsi
Regional NTT

Komentar Dua Srikandi Politik Asal TTS Soal Buruknya Jalan Provinsi

By Redaksi12 September 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Emi Nomleni (kiri) dan Inche Sayuna (kanan)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Dua srikandi politik asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Emilia J. Nomleni dan Dr. Inche Sayun, ditetapkan partai menjadi pimpinan DPRD NTT.

Emilia J Nomleni, sebagai Ketua DPRD Provinsi NTT dan Inche Sayuna sebagai salah seorang Wakil Ketua.

Penetapan dua politisi perempuan asal TTS ini pun menuai banjir ucapan dan profisiat.

Lalu apa mereka soal jalan Provinis NTT, khususnya di daerah asal keduanya, Daerah Pemilihan (Dapil) VIII, TTS?

VoxNtt.com berhasil mewawancarai kedua politisi perempuan ini lewat seluler, Rabu (11/09/2019) pagi.

Inche Sayuna yang diwawancarai, mengatakan, kemunculan dirinya dan Ibu Emi Nomleni sebagai pimpinan di DPRD Provinsi NTT merupakan bentuk penghargaan tersendiri bagi kepemimpinan kaum perempuan di NTT.

“Kepimimpinan di DPRD Provinsi NTT membawa warna tersendiri bagi wajah perpolitikan di tanah air, khususnya di NTT. Dimana kaum perempuan juga tampil sebagai mengambil bagian dalam setiap arah kebijakan,” ujar doktor hukum ini.

Ditanyai terkait persoalan jalan provinsi yang banyak dikeluhkan di kabupaten khususnya di TTS, Inche, mengatakan, dirinya sudah melihat dari dekat kondisi jalan provinsi yang memprihatinkan di kabupaten-kabupaten.

“Memang, menjadi pimpinan DPRD NTT harus melihat dan memperhatikan kondisi jalan yang ada di semua kabupaten. Namun, kalau ditanyai wartawan (VoxNtt.com, red) terkait masalah jalan khusus di TTS, maka saya melihat bahwa kondisi jalan di sana masih sangat memprihatinkan,” ujar Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT.

Oleh karena itu, menurut Inche, meski KUA PPS sudah ditetapkan untuk tahun 2020 dan harus dilaksanakan sebagai anggota DPRD NTT yang baru terpilih, namun tentu harus dilihat sesuai arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTT.

“Misalnya, TTS hendak dijadikan sebagai daerah pariwisata maka arah kebijakannya harus dimulai dari penataan infrastruktur jalan. Sekali lagi, kalau ditanyai soal jalan di TTS maka tentu akan terus diback up dalam anggaran APBD I pada tahun selanjutnya karena anggaran tahun 2020 sudah ditetapkan sebelum anggota DPRD NTT yang baru, mulai menjabat,” jelas Inche.

Sementara Emilia J Nomleni yang ditetapkan PDI Perjuangan sebagai Ketua DPRD NTT, mengatakan, secara umum jalan provinsi NTT banyak dikeluhkan masyarakat di kabupaten-kabupaten.

“Oleh karena itu, untuk menangani persoalan infrastruktur jalan provinsi yang ada di kabupaten-kabupaten butuh kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan NTT ini.

Menurutnya, jika ada kerja sama yang baik maka bisa dilakukan terobosan bersama antara pemerintah kabupten, provinsi maupun pusat untuk membahas dan mencari solusi.

“Jangan sampai karena status jalan provinsi atau jalan negara atau kabupaten lalu, tanggungjawabnya pun demikian. Kita bisa duduk bersama, kaji bersama untuk bangun bersama tanpa terlalu terbentur dengan status jalan,” ujar Emi Nomleni.

Penulis: L. Ulan

Editor: Irvan K

DPRD NTT Emi Nomleni Jalan Provinsi NTT TTS
Previous ArticleBPOM Kupang: Waspada Makanan dan Obat Kedaluwarsa!
Next Article Anggaran Cukup untuk Honor Pengawas, Bawaslu Manggarai Tolak NPHD Pilkada 2020

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.