Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Akibat Kekeringan, Petani Wae Nahi Alih Fungsi Sawah Jadi Lahan Sayur
Regional NTT

Akibat Kekeringan, Petani Wae Nahi Alih Fungsi Sawah Jadi Lahan Sayur

By Redaksi14 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sawah di Wae Nahi yang dialih fungsi jadi lahan sayur (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Sekitar puluhan hektare sawah milik petani Wae Nahi, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT mengalami kekeringan.

Akibat kekeringan, petani Wae Nahi terpaksa mengalih fungs sawah mereka untuk ditanam sayuran.

Ellyas Egon (50) salah satu petani di Wae Nahi mengaku, kekeringan sudah melanda sawah mereka sejak tiga tahun terakhir. Padahal, sawah tersebut bisa dikerjakan dua kali dalam setahun. Namun kini hanya bisa dikerjakan sekali dalam setahun.

Ellyas mengatakan, selama setahun dia hanya mengerjakan menanam padi di sawahnya hanya sekali.

Setelah panen padi tersebut kata dia, sawah mereka dialihfungsikan menjadi lahan sayur.

“Coba lihat sekarang hampir semua di sawah ini ditanam sayur,” ungkapnya.

Ellyas mengaku hal itu dilakukan akibat kekeringan yang melanda sawah petani.

“Sekarang sudah susah air. Panen padi kemarin juga tidak ada hasilnya,” jelasnya.

Sayur yang ditanam petani di sawah itu kata Ellyas, bervariasi.

Sementara air untuk menyiram sayuran diambil dari sumber air yang tidak jauh dari sawah.

“Banyak jenis sayur di sini. Kalau siram kami timbah dari sumber air di atas. Pakai dua ember besar tiap sore itu sudah cukup untuk sayur,” katanya.

Ellyas menambahkan, hingga kini belum ada langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kekeringan di Wae Nahi.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Manggarai Barat
Previous ArticlePMKRI Ruteng Bedah Pengelolaan Dana Desa dengan KPK dan Kemendesa
Next Article DPRD NTT Minta Perbaikan Ruas Jalan Provinsi di Mabar Utamakan Kualitas

Related Posts

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.