Sawah di Wae Nahi yang dialih fungsi jadi lahan sayur (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Sekitar puluhan hektare sawah milik petani Wae Nahi, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT mengalami kekeringan.

Akibat kekeringan, petani Wae Nahi terpaksa mengalih fungs sawah mereka untuk ditanam sayuran.

Ellyas Egon (50) salah satu petani di Wae Nahi mengaku, kekeringan sudah melanda sawah mereka sejak tiga tahun terakhir. Padahal, sawah tersebut bisa dikerjakan dua kali dalam setahun. Namun kini hanya bisa dikerjakan sekali dalam setahun.

Ellyas mengatakan, selama setahun dia hanya mengerjakan menanam padi di sawahnya hanya sekali.

Setelah panen padi tersebut kata dia, sawah mereka dialihfungsikan menjadi lahan sayur.

“Coba lihat sekarang hampir semua di sawah ini ditanam sayur,” ungkapnya.

Ellyas mengaku hal itu dilakukan akibat kekeringan yang melanda sawah petani.

“Sekarang sudah susah air. Panen padi kemarin juga tidak ada hasilnya,” jelasnya.

Sayur yang ditanam petani di sawah itu kata Ellyas, bervariasi.

Sementara air untuk menyiram sayuran diambil dari sumber air yang tidak jauh dari sawah.

“Banyak jenis sayur di sini. Kalau siram kami timbah dari sumber air di atas. Pakai dua ember besar tiap sore itu sudah cukup untuk sayur,” katanya.

Ellyas menambahkan, hingga kini belum ada langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kekeringan di Wae Nahi.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba