Jhon Kenanbudi di tempat tinggalnya, di desa Rainawe, kecamatan Kobalima, kabupaten Malaka (Foto: Frido/VoxNtt.com)
alterntif text

Betun, Vox NTT-Adalah Jhon Kenanbudi, seorang pengusaha kaya raya di Malaka yang terkenal dermawan dan rendah hati.

Berpenampilan sederhana, ternyata beliau adalah seorang pengusaha sukses di Malaka, khususnya dataran Kobalima.

Pria bertubuh pendek dan berkumis ini seorang pengusaha trevel dan angkutan Bus Antar kabupaten di pulau Timor, Provinsi NTT.

Jika ada masyarakat Malaka yang belum mengenal beliau, Bus ALAM JAYA merupakan salah satu unit usaha transportasi yang dimiliki John.

Selain usaha angkutan Bus Umum, bos Jhon, begitu dia akrab disapa, juga menggeluti usaha Rental minibus yang sedang ramai di Malaka. Terlihat di garasinya, terparkir 5 unit mobil tipe minibus Avansa Toyota.

Di tempat tinggalnya, desa Rainawe, kecamatan Kobalima, kabupaten Malaka, kesibukan John setiap hari adalah mengontrol usaha cetak batakonya.

Ketika ditanya wartawan VoxNtt.com, berapa omzet bos sebulan? dengan santai ia menjawab, “Tidak banyak, hanya cukup untuk beli satu unit avanza bekas”.

Kerja keras adalah kunci hidupnya sehingga bisa mencapai posisi seperti yang sekarang ini.

” Kuncinya adalah kerja keras dan banyak beramal baik untuk sesama. Hidup harus kerja keras dan ingat, jangan lupa Tuhan”,ujar pria separu baya ini yang jarang sekali memakai celana panjang ini.

Dalam menjalani hidup, John juga ternyata punya filosofi tersendiri.

“Hidup ini tidak susah, yang susah itu ketika kita salah memaknai hidup. Maksudnya, kita harus banyak bersabar, karena ketika kita berjuang keras, Tuhan tidak akan melupakanmu. Hanya butuh waktu dan bersabar,” katanya.

Menurut dia, memupuk mimpi dalam kesabaran itu sangat jarang dilakukan kebanyakan orang. Banyak orang yang punya mimpi bagus tetapi karena ia tidak sabar, kerja kerasnya pun sia-sia.

“Fokus pada tujuan dan bersabar. Itu kuncinya. Jangan sampai baru jatuh sekali atau dua kali langsung putus asa dan berhenti berjuang,” kata John.

Berawal dari Jual Roti Keliling

Pria yang pernah hidup dijalanan sebagai supir ini menceritakan awal hidupnya yang penuh dengan kesulitan.

Pernah mengalami kerasnya hidup melarat di jalanan, membuat ia bangkit dan bekerja keras.

“Dulu saya penjual roti keliling dan beranjak dewasa, saya menjadi kondektur mobil truk dan akhirnya menjadi supir selama belasan tahun. Dari supir ini, saya menabung dan membeli dump truck sendiri,” ujar Jhon mengisahkan hidupnya di masa lalu.

Dikisahkannya, seandainya dulu ia tidak menabung sewaktu muda dan tidak punya mimpi pasti hidupnya tidak akan banyak berubah.

Terakhir beliau berpesan, untuk kaum muda Malaka agar jangan pernah lelah bekerja keras, jujur dan terus memupuk mimpi.

“Jika kamu punya cita-cita atau mimpi rawatlah terus jangan malas. Jangan sampai mimpi terus juga. Mimpi itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” pinta John

Penulis: Frido Raebesi

Editor: Irvan K