View Kota Labuan Bajo dari Puncak Waringin (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Meski Labuan Bajo sudah ditetapkan sebagai salah satu dari empat destinasi wisata prioritas nasional, namun ternyata masih banyak sejumlah persoalan di ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) itu.

Salah satu persoalan yang muncul ialah masalah investasi bagi para pengusaha pariwisata.

Matheus Siagian, salah satu pengusaha pariwisata yang telah lama bergelut di bidang restoran dan hotel mengaku masih banyak fasilitas yang minim disiapkan di Labuan Bajo.

“Misalnya listrik sering mati, telekomunikasi putus-putus, sinyal nggak kuat, air yang sering tidak jalan sehingga pengusaha terpaksa beli air,” jelas Matheus saat ditemui VoxNtt.com, Senin (19/09/2019).

“Pemda perhatikan itu, supaya jangan hanya berharap investor datang terus, semakin banyak datang semakin banyak kebutuhan mereka harus kita penuhi,” sambung dia.

Pemda Mabar kata Matheus, harus menyadari bahwa yang mereka sediakan untuk pengusaha masih sangat minim.

“Air masih harus beli, dan listrik sering mati sehingga harus pakai genset. Perlu diingat beban pengusaha di Labuan Bajo masih tinggi,” ujar Matheus.

Selain berusaha meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, ia juga meminta agar bagaimana uang yang dikeluarkan oleh turis bisa terserap sampai ke masyarakat menengah ke bawah.

Pemilik restoran Tree Top Labuan Bajo itu juga mengkritisi tenaga kerja asing yang bekerja di Labuan Bajo.

Karena itu, Matheus meminta agar pengusaha di Labuan Bajo perlu didorong untuk terus menciptakan lapangan kerja dan menggunakan tenaga kerja lokal, bukan tenaga kerja asing.

Dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Mabar memperhatikan secara serius berbagai masalah itu untuk memberikan kenyamanan dalam berinvestasi.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba