Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Komunitas Milenial Kupang Galang Dana untuk Korban Gempa Ambon
Regional NTT

Komunitas Milenial Kupang Galang Dana untuk Korban Gempa Ambon

By Redaksi4 Oktober 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Komunitas Milenial Kupang saat pose bersama usai penggalangan dana di lampu merah El-Tari, Kota Kupang, Jumat 4 Oktober 2019 (Foto: Soman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-  Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Ngopi Milenial Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi penggalangan dana  untuk korban gempa Ambon.

Kegiatan dengan tagline “Ale Rasa Beta Rasa, Basong Luka, Katong Duka” itu dilakukan selama 4 hari terhitung sejak tanggal 1 sampai 4 Oktober 2019.

Penggalangan dana berlangsung di lampu merah Polda NTT, lampu merah El Tari, dan patung kirab dengan menggunakan sarana kotak sumbangan.

Koordinator lapangan (koorlap) Dinpu Lado Purab mengatakan, aksi galang dana lahir atas keterpanggilan hati dan kepedulian untuk warga Ambon yang tertimpa bencana alam gempa bumi.

“Karena sebagai saudara, sebangsa, dan setanah air, tentunya rasa kepedulian ini mesti dan harus diberikan kepada siapapun mereka, dari manapun asalnya. Kalau satu terluka, maka yang lain pun harus berduka, itulah salah satu nilai kebhinekaan yang harus selalu kita implementasikan sebagai warga negara Indonesia terhadap sesama kita yang hidup di dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika ini,” ungkap Dinpu.

Ia berharap, warga yang terkena musibah gempa bumi di Ambon dikuatkan dan ditabahkan hatinya.

“Mudah-mudahan musibah ini segera berhenti dan duka yang dirasakan semoga diganti dengan senyum kebahagiaan, dan kita menjadi bagian dari alasan mereka untuk tersenyum dan bahagia,” harap mahasiswa Universitas Muhammdiyah Kupang itu.

Anggota Komunitas Ngopi Milenial Kupang Moh. Elniron menjelaskan, aksi penggalangan dana ini untuk membantu korban gempa di Ambon  dengan kekuatan 6.5 skala richter.

Gempa itu, kata dia, terjadi pada hari Rabu (26/09/2019) pada pukul 06.46 (UTC +8) di daerah Maluku. Daerah yang terkena dampak langsung adalah Kota Ambon, Maluku Tengah, dan Seram Barat.

“Kita tidak hanya mendoakan saudara-saudara kita di Ambon tetapi kita juga perlu dengan rendah hati dan ikhlas berbagi duka dengan mereka. Mereka sangat butuh uluran tangan dari kita sebab mereka percaya bahwa kita adalah saudara se Indonesia tercinta,” kata Elniron.

“Dari NTT for Basudara Nusa Ina adalah semboyan kasih sayang dari Komunitas Ngopi Milenial mewakili rasa empati masyarakat NTT terhadap para korban gempa Ambon,” tambah mahasiswa Pascasarjana Undana Kupang itu.

Ia menuturkan, kegiatan penggalangan dana ini adalah suatu bentuk kepedulian terhadap sesama anak bangsa.

Misi kemanusiaan ujar dia, adalah kata paling mujarab untuk menyatukan seluruh kalangan.

Sebab itu aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk membantu sesama saudara se- tanah air Indonesia.

“Pada awal penggalangan dana, kawan-kawan Ngopi Milenial sempat bertemu dengan beberapa pengurus Paguyuban Ambon yang ada di Kota Kupang. Mereka sangat berterima kasih karena kawan-kawan Ngopi Milenial menggelar aksi penggalangan dana bagi korban gempa di Ambon,” ujarnya.

Untuk diketahui,  Komunitas Ngopi Milenial telah berhasil menggalang dana berjumlah  Rp 7. 237. 000, 00. Rencananya, bantuan dana ini akan dikirim ke nomor rekening pihak yang ada di posko TKP pengungsian.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleTak Libatkan Pengusaha, Bursa Inovasi Desa di Ende Dinilai Gagal
Next Article ASN Asal Desa Komba Matim: Tidak Ada Maksud untuk Intimidasi Wartawan

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.