Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»ASN Asal Desa Komba Matim: Tidak Ada Maksud untuk Intimidasi Wartawan
NTT NEWS

ASN Asal Desa Komba Matim: Tidak Ada Maksud untuk Intimidasi Wartawan

By Redaksi4 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kristo Selek (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kristo Selek seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mengaku tidak melakukan intimidasi kepada seorang wartawan.

“Saya tidak bermaksud mengintimidasi wartawan yang sedang meliput. Peristiwa kemarin merupakan reaksi spontanitas,” ujarnya kepada VoxNtt.com di Borong, Jumat (04/10/2019).

Dikatakannya, reaksi itu merupakan ekspresi kekecewaan lantaran panitia Pilkades tidak memberikan informasi yang benar terkait bakal calon yang akan bertarung pada Pilkades di Desa Komba.

“Sebelumnya mereka bilang batal untuk penetapan bakal calon ternyata penetapannya tetap mereka lakukan. Dan waktu itu saya datang sebagai tokoh masyarakat. Makanya saya marah panitia Pilkades dan beberapa orang di situ termasuk adik wartawan,” jelas Selek.

“Saya memang datang agak terlambat waktu itu, tapi sekali lagi itu reaksi spontanitas tidak ada intimidasi,” tambahnya.

Dikatakan usai peristiwa itu dirinya langsung meminta maaf kepada semua peserta rapat yang hadir.

“Saya minta maaf kepada mereka waktu itu, tapi sekali lagi saya tidak ada maksud untuk intimidasi,” ucapnya.

Selek juga mengaku dirinya sudah mengahadap kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Matim, Basilius Teto di Lehong.

“Sudah saya menghadap beliau tadi,” ucapnya.

Sebelumnya, wartawan media online posflores.com Nardy Jaya mengaku diintimidasi saat meliput kegiatan penetapan calon kepala desa Komba di kantor desa itu pada Rabu, 2 Oktober 2019 lalu.

“Ketika saya hendak mengambil gambar dalam momen tersebut, ia masuk mendekati saya dan ingin merampas kamera yang saya pegang sambil teriak, jangan foto,” jelas Nardy.

Wartawan media online posflores.com, Nardy Jaya (Foto: Istimewa)

Menurutnya, meski sudah dijelaskan beberapa kali bahwa dirinya adalah wartawan yang tengah melakukan tugas peliputan, namun Kristo Selek tidak peduli.

Menanggapi hal ini, Ketua Aliansi Jurnalis Online Manggarai Timur (AJO Matim) Adrianus Kornasen menegaskan, ulah Kristo Selek dikategorikan sebagai tindakan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya.

“Kita akan temui kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur untuk memberitahukan hal ini agar kepala sekolah yang bersangkutan segera dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah dan akan menyampaikan pengaduan secara resmi ke Polres Manggarai melalui Polsek Wae Lengga,” ujar Kornasen dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Kamis (03/10/2019).

Penulis: Sandy Hayon/L. Jehatu
Editor: Ardy Abba

Basilius Teto Desa Komba Manggarai Timur Matim
Previous ArticleKomunitas Milenial Kupang Galang Dana untuk Korban Gempa Ambon
Next Article Usai Kunjungan Menkes RI, Kadis PKPO Malaka Perintahkan Siswa Pungut Sampah

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.