Penandatanganan prasasti oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno saat peresmian lima PLTS komunal di Pulau Messa, Minggu (6/10/2019) (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno meresmikan Lima Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yang tersebar di NTT.

Lima PLTS tersebut diresmikan saat kunjungan kerjanya di salah satu PLTS di Pulau Messa, Desa Pasir Putih, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Minggu (06/10/2019).

Tiga di antara lima PLTS tersebut berlokasi di Kabupaten Manggarai Barat. Ketiganya yakni di Desa Pasir Putih Pulau Messa dengan 473 calon pelanggan,150 calon pelanggan di Desa Seraya Merannu, dan 144 calon pelanggan di Desa Batu Tiga.

Adapula dua PLTS lainnya terdapat di Desa Nuca Molas, Kabupaten Manggarai berjumlah 273 calon pelanggan, dan 74 calon pelanggan di Desa Usulanu, Kabupaten Rote Ndao.

Rini mengatakan, listrik sangat penting bagi kemajuan kehidupan masyarakat terutama di bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan pembangunan daerah.

“Saya bangga, PLN membangun 11 PLTS di NTT, dan 5 sudah beroperasi dan listriknya sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Saya terus mendorong dan memastikan yang tersisa 6 PLTS bisa selesai dibangun dan bisa membantu masyarakat. Terima kasih juga kepada Pemda NTT dan semua pihak yang sudah mendukung pembangunan PLTS. Pesan saya ini terus dijaga,” ungkap Rini kepada sejumlah awak media saat memantau Panel-Panel PLTS yang ada di Pulau Messa usai peresmian Lima PLTS komunal yang tersebar di NTT.

Peresmian lima PLTS ini kata dia, adalah salah satu wujud nyata BUMN hadir untuk negeri, dimana PLN turut mengambil bagian dalam mendukung peningkatan infrastruktur kelistrikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Untuk diketahui, untuk lima lokasi PLTS terbarukan berjumlah 1.114 calon pelanggan.

Pelanggan PLTS juga menggunakan kWh meter prabayar dengan keunggulan seperti pelanggan dapat mengatur pemakaian sesuai kebutuhan sendiri, tidak ada biaya abonemen, dan mengurangi kemungkinan kesalahan catat meter.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba