Anggota DPRD TTS, Jean Neonufa
alterntif text

Soe, Vox NTT-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Soe, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sepekan terakhir ini membuat harga bensin mulai merangkat naik.

Sejumlah pedagang bensin eceran di Kota Soe dan sekitarnya mulai menjual bensin per liter  seharga Rp 10.000 hingga Rp 15.000.

Lamber salah seorang penjual bensin eceran, saat di tempat jualannya di Jalan Mollo, Kelurahan Karang Siri, Kota, Selasa  (08/10/2019), mengaku terpaksa menjual bensin dengan harga Rp 10 ribu dari semula Rp 8 ribu lantaran kelangkaan dan sulitnya mendapatkan bensin di  SPBU yang ada.

“Waktu belum langka, kami jual eceran Rp 8 ribu per botol. Namun karena susah mendapatkan bensin di Pertamina (SPBU, red) sekarang ini, maka kami naikkan harga,” ujar Lamber.

Lamber mengaku, dirinya menaikkan harga wajar harga bensin karena penjual eceran banyak yang kosong. Kondisi demikian,  dimanfaatkan Lamber untuk meraup keuntungan lebih.

Penjual bensin eceran lain di Kapan, Mollo Utara, Oinlasi di Amanatun Selatan, sesuai informasi terakhir yang diperoleh media ini, mulai menjual bensin hingga Rp 15.000 per liter.

Menanggapi persoalan ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TTS Jean Neonufa yang dikonformasi VoxNtt.com, Selasa  pagi, mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS agar mengawasi kondisi kelangkaan bensin yang dialami masyarakat hampir sepekan terakhir ini.

“Dinas terkait yang bertugas melakukan pengawasan agar segera mengidentifikasi apa persoalan yang menyebabkan kelangkaan. Apakah karena persoalan pasokan ke TTS yang kurang ataukah jumlah permintaan eceran yang tinggi,” tandas Jean.

Menurutnya, kondisi kelangkaan ini pun tidak harus dibiarkan berlama-lama dan pihak Pertamina harus memberikan penjelasan penyebab kelangkaan.

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba