Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»BBM Langka di TTS, Penjual Eceran Pasang Harga Bervariasi
Ekbis

BBM Langka di TTS, Penjual Eceran Pasang Harga Bervariasi

By Redaksi8 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD TTS, Jean Neonufa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Soe, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sepekan terakhir ini membuat harga bensin mulai merangkat naik.

Sejumlah pedagang bensin eceran di Kota Soe dan sekitarnya mulai menjual bensin per liter  seharga Rp 10.000 hingga Rp 15.000.

Lamber salah seorang penjual bensin eceran, saat di tempat jualannya di Jalan Mollo, Kelurahan Karang Siri, Kota, Selasa  (08/10/2019), mengaku terpaksa menjual bensin dengan harga Rp 10 ribu dari semula Rp 8 ribu lantaran kelangkaan dan sulitnya mendapatkan bensin di  SPBU yang ada.

“Waktu belum langka, kami jual eceran Rp 8 ribu per botol. Namun karena susah mendapatkan bensin di Pertamina (SPBU, red) sekarang ini, maka kami naikkan harga,” ujar Lamber.

Lamber mengaku, dirinya menaikkan harga wajar harga bensin karena penjual eceran banyak yang kosong. Kondisi demikian,  dimanfaatkan Lamber untuk meraup keuntungan lebih.

Penjual bensin eceran lain di Kapan, Mollo Utara, Oinlasi di Amanatun Selatan, sesuai informasi terakhir yang diperoleh media ini, mulai menjual bensin hingga Rp 15.000 per liter.

Menanggapi persoalan ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TTS Jean Neonufa yang dikonformasi VoxNtt.com, Selasa  pagi, mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS agar mengawasi kondisi kelangkaan bensin yang dialami masyarakat hampir sepekan terakhir ini.

“Dinas terkait yang bertugas melakukan pengawasan agar segera mengidentifikasi apa persoalan yang menyebabkan kelangkaan. Apakah karena persoalan pasokan ke TTS yang kurang ataukah jumlah permintaan eceran yang tinggi,” tandas Jean.

Menurutnya, kondisi kelangkaan ini pun tidak harus dibiarkan berlama-lama dan pihak Pertamina harus memberikan penjelasan penyebab kelangkaan.

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

TTS
Previous ArticleSoeratin Cup 2019, PS Malaka Berada di Group C
Next Article Taman Bacaan Pelangi Resmikan 10 Perpustakaan Baru di Ende

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.