Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Angelius: Mahasiswa KKN Harus Bisa Membuat Produk ke Desa
MAHASISWA

Angelius: Mahasiswa KKN Harus Bisa Membuat Produk ke Desa

By Redaksi13 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPD RI Angelius Wake Kako saat sedang membawakan orasi ilmiah pada acara wisuda 769 sarjana di Aula Universitas Flores, Ende, NTT (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Angelius Wake Kako membawa orasi ilmiah saat gelar wisuda 769 sarjana di Universitas Flores, Sabtu (12/10/2019).

Dalam orasinya, ia membeberkan sejumlah tantangan baik sumber daya manusia, tantangan teknologi maupun tantangan ekonomi di era seperti saat ini.

Tantangan-tantangan tersebut, lanjut dia, akan melekat pada setiap generasi sebagai bentuk persaingan pada masa yang akan datang.

“Saya coba merampungkan, bagaimana kita melihat tantangan-tantangan kontemporer. Nah, lalu bagaimana kesiapan masa depan untuk mengatasi masalah-masalah ini,” kata Angelius.

Angelius menegaskan, untuk mengatasi tantangan tersebut perlu peran serta perguruan tinggi yakni dengan menciptakan generasi-generasi yang handal.

Terutama meningkatkan produk-produk lokal sebagai kekuatan untuk mampu bersaing secara global.

“Jadi untuk tahun depan saya menyarankan terutama mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan KKN agar bisa membuat suatu produk terhadap pemerintah tingkat desa. Tinggalkan kebiasaan seperti membangun tugu sebagai bentuk kenang-kenangan,” kata Angelius yang juga adalah alumnus perguruan tinggi Universitas Flores itu.

Ia berpendapat bahwa meninggalkan tugu sebagai kenang-kenangan ialah kebiasaan lama yang tak ada manfaatnya. Hal ini Angelius tegaskan mengingat perkembangan dunia begitu sangat cepat dan masif.

“Kita punya sumber daya alam yang cukup dengan kearifan-kearifan lokal kita. Nah, ini sebagai kekuatan untuk mengatasi tantangan-tantangan yang saya sebutkan tadi,” katanya.

“Saya berharap terhadap perguruan tinggi ini untuk turut mengambil bagian membangun bangsa dengan mendistribusikan kader-kader pada setiap lini. Universitas ini sudah seharusnya bergending ke tingkat nasional bahkan ke level internasional,” sambung Angelius.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Angelo Wake Kako Ende
Previous ArticleSuasana Sepi, Sepasang Remaja Pacaran di Samping Ruang Kadis PUPR Nagekeo
Next Article Diduga Akibat Cemburu, FPN Nyaris Akhiri Hidupnya

Related Posts

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.