Warga menimba air di Wae Tala (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
alterntif text

Borong, Vox NTT- Warga Dusun Papang, Desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami krisis air terparah sepanjang tahun ini.

Demi mendapatkan air, warga terpaksa mengantre berjam-jam di sebuah mata air yang letaknya 500 meter dari pemukiman mereka.

“Di saat musim kemarau seperti ini, warga kesulitan mendapatkan air minum bersih, kami kadang ngantre berjam-jam di mata air,” keluh Kanis Banar warga kampung itu kepada VoxNtt.com, Selasa (15/10/2019).

Bahkan kata Banar, timba air  di Wae Tala menjadi pekerjaan khusus warga Kampung Papang.

Kendati kotor dan debit airnya kecil, Wae Tala adalah satu-satunya pilihan untuk kebutuhan sehari-hari warga.

“Kami pakai air itu untuk minum, mandi dan kakus. Tidak ada tempat lain lagi ini untuk kami di sini. Sebetulnya antara mata air dan air mata yang kami rasakan di sini,” ujarnya.

Banar pun berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Matim untuk mengatasi krisis air yang menimpa mereka.

Sementara itu tokoh muda, Andrianus Japi menjelaskan selain warga Dusun Papang, warga Dusun Tok juga memanfaatkan air di Wae Tala.

Mirisnya, warga dusun ini harus menempuh jarak 1 kilometer menuju pusat mata air itu.

“Kalau ada yang kendaraan masih agak mudah, tetapi kalau tidak ada terpaksa jalan kaki, di sini sangat susah,” ucapnya.

Menurutnya, krisis air di desa itu sudah lama mereka alami. Bahkan masyarakat sering dijanjikan untuk menuntaskan masalah kekurangan air.

Warga mengantre di pusat mata air (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

“Saya tidak janji tapi ke depan kita akan coba diskusikan secara bersama terkait persoalan-persoalan di desa ini. Tidak hanya air tetapi juga persoalan-persoalan lain,” ujar pria yang juga calon kepala desa Rana Masak itu.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

alterntif text