Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Cerita Warga Papang Matim: Antre Berjam-jam Demi Dapatkan Air
Regional NTT

Cerita Warga Papang Matim: Antre Berjam-jam Demi Dapatkan Air

By Redaksi15 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga menimba air di Wae Tala (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Warga Dusun Papang, Desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami krisis air terparah sepanjang tahun ini.

Demi mendapatkan air, warga terpaksa mengantre berjam-jam di sebuah mata air yang letaknya 500 meter dari pemukiman mereka.

“Di saat musim kemarau seperti ini, warga kesulitan mendapatkan air minum bersih, kami kadang ngantre berjam-jam di mata air,” keluh Kanis Banar warga kampung itu kepada VoxNtt.com, Selasa (15/10/2019).

Bahkan kata Banar, timba air  di Wae Tala menjadi pekerjaan khusus warga Kampung Papang.

Kendati kotor dan debit airnya kecil, Wae Tala adalah satu-satunya pilihan untuk kebutuhan sehari-hari warga.

“Kami pakai air itu untuk minum, mandi dan kakus. Tidak ada tempat lain lagi ini untuk kami di sini. Sebetulnya antara mata air dan air mata yang kami rasakan di sini,” ujarnya.

Banar pun berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Matim untuk mengatasi krisis air yang menimpa mereka.

Sementara itu tokoh muda, Andrianus Japi menjelaskan selain warga Dusun Papang, warga Dusun Tok juga memanfaatkan air di Wae Tala.

Mirisnya, warga dusun ini harus menempuh jarak 1 kilometer menuju pusat mata air itu.

“Kalau ada yang kendaraan masih agak mudah, tetapi kalau tidak ada terpaksa jalan kaki, di sini sangat susah,” ucapnya.

Menurutnya, krisis air di desa itu sudah lama mereka alami. Bahkan masyarakat sering dijanjikan untuk menuntaskan masalah kekurangan air.

Warga mengantre di pusat mata air (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

“Saya tidak janji tapi ke depan kita akan coba diskusikan secara bersama terkait persoalan-persoalan di desa ini. Tidak hanya air tetapi juga persoalan-persoalan lain,” ujar pria yang juga calon kepala desa Rana Masak itu.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleFKUB Mabar Ajak Masyarakat Wartakan Kebersamaan dan Kekeluargaan
Next Article Peringati HUT ke-74, Brimob Labuan Bajo Gelar Turnamen Futsal

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.