Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Yonif Raider 142/KI saat memandikan ternak babi milik (Foto: Ist)
alterntif text

Atambua, Vox NTT- Yonif Raider 142/KJ melakukan penyisiran jalur-jalur tikus yang sering dilintasi masyarakat dari dank e Negara Timor Leste.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI terhadap Pemerintah Kabupaten Belu untuk mencegah masuknya African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi dari Timor Leste ke Indonesia.

Penyisiran jalur  tikus  dilakukan personel Pos Motaain bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Bea Cukai, Pos Polisi Motaain, Pos Brimob Motaain, Penanggung jawab Karantina Pertanian WKP Motaain, Penanggung jawab Kesehatan Pelabuhan Motaain, Pos Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Atapupu, Imigrasi kelas ll Atambua, Komando Distrik Militer 1605 Belu, Dinas Perikanan Kabupaten Belu pada jalur tidak resmi yang terdapat di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Kegiatan patroli bersama ini dilakukan dengan tujuan memberikan arahan kepada warga di sekitar pantai agar berhati-hati dengan virus babi yang dapat masuk ke wilayah Indonesia.

Masyarakat dianjurkan agar mengkandangkan babi peliharaan untuk  meminimalisasi kemungkinan terkena ASF.

Selain patroli, Yonif Raider 142/KJ juga terjun langsung ke masyarakat peternak babi untuk melakukan sosialisasi dan memberikan vaksin.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ Letkol Inf Ikhsanudin menyampaikan itu di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua, Kamis (17/10/2019).

Letkol Ikhsanudin menjelaskan, pelaksanaan kegiatan dalam rangka mencegah virus demam babi Afrika. Pihaknya menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan di lingkungan.

Anggota Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ bersama personel dari lembaga terkait saat melakukan patroli (Foto: Ist)

“Selain menjaga perbatasan Negara Indonesia, personel Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ juga menyempatkan waktu untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, baik berupa penyuluhan kesehatan maupun berupa bantuan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat pemilik ternak babi,” jelasnya.

Ia mengaku, penyuluhan kesehatan menggunakan metode langsung kepada masyarakat. Itu dengan cara memandikan hewan ternak babi milik oleh pemiliknya. Sebab hewan ternak yang dipelihara harus diperhatikan kebersihannya.

Baca Juga:

“Terlihat masyarakat Desa Lookeu sangat semangat dan antusias menerima penyuluhan yang diberikan oleh Danpos Lookeu, sehingga apa yang disampaikan dapat dengan cepat dimengerti oleh warga masyarakat, pesan terkandung dari kegiatan itu adalah agar masyarakat lebih memperhatikan lingkungan dan perawatan hewan ternaknya,” terang Letkol Ikhsanudin.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

alterntif text