Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Masa Depan NTT Bergantung pada Perempuan yang Mengandung
KESEHATAN

Masa Depan NTT Bergantung pada Perempuan yang Mengandung

By Redaksi29 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana rapat peyampaian pemandangan fraksi di Kantor DPRD NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Tingginya angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membuat anak-anak di daerah itu mengalami masalah pertumbuhan.

Sekretaris Fraksi Partai Gerinda DPRD NTT Jan Pieter Windy menegaskan, kondisi itu akan sulit bersaing di tengah dunia yang makin dinamis, kompetitif dan makin menuntut kapasitas personal dan interpersonal yang memadai.

“Stunting bukan sekedar persoalan kesehatan. Stunting adalah persoalan ketahanan pangan rumah tangga, tentang asupan gizi untuk ibu hamil, bukan sekedar tentang langkah-langkah kuratif seperti pemberian makanan tambahan bagi Batita dan Balita,” ungkap Windy saat sidang paripurna DPRD NTT dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap pengantar nota keuangan Gubernur NTT atas rancangan APBD tahun anggaran 2020, di gedung utama DPRD NTT, Selasa (29/10/2019).

Untuk mengatasi stunting kata dia, harus menjadi kesadaran dan upaya bersama.

Kesadaran dan upaya bersama itu dimulai dari kampung dan desa dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, penyuluh kesehatan, penyuluh pertanian, pendamping nelayan dan lembaga-lembaga keagamaan.

“Serta mewajibkan dana desa, APBD kabupaten/kota untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, dan upaya-upaya promotif untuk meningkatkan pemahaman tentang asupan gizi bagi ibu hamil,” ujarnya.

Ia menegaskan, masa depan NTT bergantung pada perempuan yang mengandung dan merawat generasi NTT.

Menurutnya, salah satu penyebab yang secara tidak langsung berkontribusi pada tidak meratanya pelayan publik, khususnya dalam upaya pencegahan stuntut growth atau masalah pertumbuhan adalah kacaunya data kependudukan.

“Partai Gerindra melihat pendistribusian pembangunan berbasis penduduk sangat bergantung pada kemampuan negara untuk mengetahui secara baik keberadaan dan kondisi penduduknya, data kependudukan bukanlah sekedar angka-angka statistik,” kata Windy.

Untuk itu tegas dia, Fraksi Gerindra DPRD NTT berpendapat bahwa korelasi yang kuat antara kacaunya data kependudukan dengan tidak meratanya pembangunan kepada masyarakat.

Kemudian, berkorelasi dengan tingginya perdagangan manusia yang memanipulasi data penduduk disebabkan oleh kacaunya data kependudukan.

“Untuk kami dari Fraksi Gerindar DPRD NTT minta agar pemerintah provinsi NTT melakukan konsolidasi data kependudukan secara regional dimasing-masing kabupaten,” ujar Windy.

Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 tambah dia, menunjukkan bahwa prevelensi nasional balita pendek dan balita sangat pendek (stunting) adalah 29.6 persen.

“Sedangkan di Nusa Tenggara Timur, prevelensinya adalah 40,3 persen. Artinya masih sangat jauh dari kriteria WHO (Badan PBB yang mengurus masalah kesehatan),” pungkasnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kota Kupang
Previous ArticleSatu Bukti Kegagalan Berliterasi Agupena Flotim
Next Article Kades Babulu Selatan Diamankan Polisi

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026

DPRD NTT Didorong Segera Bahas Ranperda Perlindungan Pekerja Migran dan TPPO

21 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.