Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Los Pasar Baru Kefamenanu Senilai Rp 1,9 M Terancam Mangkrak
Regional NTT

Proyek Los Pasar Baru Kefamenanu Senilai Rp 1,9 M Terancam Mangkrak

By Redaksi5 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proyek pembangunan los pasar baru Kefamenanu senilai Rp 1,9 Miliar yang saat ini terancam mangkrak (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Proyek pembangunan gedung los pasar baru Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang menelan dana Rp 1.930.000.000 saat ini terancam mangkrak.

Proyek itu sementara dikerjakan oleh CV Konstrusi Abadi menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Proyek itu milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten TTU tahun anggaran 2019.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, batas waktu pembangunan los pasar baru Kefamenanu hingga tanggal 16 November 2019 atau tersisa 11 hari kalender kerja.

Namun sesuai pantauan VoxNtt.com di lokasi proyek, Selasa (05/11/2019), masih terdapat sebagian item pekerjaan yang saat ini tak kunjung selesai.

Pada bagian gedung, saat ini baru terpasang tiang beton dan kerangka atap. Sementara atap sama sekali belum dikerjakan.

Selain itu, lantai pada los pasar serta lapak juga belum dikerjakan.

Sedangkan kios kecil yang dibangun di bagian timur los pasar juga belum selesai dicat.

Direktur CV Konstruksi Abadi Thomas Tual
saat dikonfirmasi VoxNtt.com menuturkan, saat ini progres pembangunan gedung yang dikerjakannya itu hingga kini baru mencapai 70 persen.

Kendala dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, jelas dia, yakni adanya kekurangan tenaga kerja.

Sehingga ia bejanji akan menambah jumlah tenaga kerja dan jam kerja.

“Material beton ini karena pabrikasi jadi waktunya agak lama dan juga kendala di transportasi, kalau untuk atap dalam perjalanan dan targetnya dalam Minggu ini sudah tiba di sini,” ujarnya.

Thomas mengaku sudah berencana untuk mengajukan permohonan adendum waktu.

Ia pun menyanggupi untuk membayar denda keterlambatan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya siap untuk bayar denda,” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU
Previous ArticleBocah 5 Tahun di Mauponggo Ditemukan Tewas Dalam Air
Next Article Pemprov NTT dan BOPLBF Ikut WTM 2019 di London

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.