Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Victor Madur: Perempuan Harus Berani Ambil Peran dalam Pembangunan
Regional NTT

Victor Madur: Perempuan Harus Berani Ambil Peran dalam Pembangunan

By Redaksi8 November 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Bupati Manggarai, Victor Madur (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Wakil Bupati Manggarai Victor Madur mengajak kaum perempuan untuk berani bersaing dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Wabup Victor dalam acara pembukaan seminar kesehatan Darma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Manggarai di Aula Darmawanita di Ruteng, Selasa (05/11/2019).

“Perempuan tidak lagi dipandang secara sederhana sebagai ‘pengurus rumah tangga’, tetapi juga diperhitungkan dalam derap laju pembangunan, sebagai salah satu jawaban atas tantangan kemajuan zaman,” katanya.

Victor menambahkan, di era perjuangan kemerdekaan, banyak kaum perempuan yang menjadi tumpuan bagi pembangunan Indonesia.

Pahlawan pada masa kolonialisme dan imperialisme, tidak hanya lahir dari kaum laki-laki saja.

Pada era ini, kaum perempuan juga menjadi lokomotif pembangunan. Ia mengambil contoh, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan pimpinan DPR RI Puan Maharani dan masih banyak lagi.

Menurutnya, di Manggarai terdapat dua hal besar yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi kaum perempuan.

Hal pertama, kata dia, adalah pandangan akan lingkup kerja perempuan sebatas dunia domestik. Kedua, adanya perasaan inferior kaum perempuan, terhadap kaum laki-laki.

“Sejauh ini, ada paling tidak dua hal yang rasanya penting untuk dicarikan langkah penyelesaiannya. Pertama, harus diakui bahwa lingkungan kita masih beranggapan bahwa dunia perempuan adalah dunia domestik; mengurus rumah tangga atau dapur saja. Akibatnya, tidak cukup banyak ruang publik yang dapat diakses oleh perempuan untuk membuktikan eksistensi-nya. Kedua, masih cukup banyak perempuan yang merasa bahwa dirinya adalah sub-ordinasi laki-laki, atau kelompok kelas kedua dalam mengambil keputusan,” tuturnya.

Hal ini menurut Victor, membuat sebagian perempuan enggan bersaing dalam dunia kerja, malas berpikir, dan hanya bersikap pasrah.

Akibat lanjutannya adalah, perempuan akhirnya tidak berniat meningkatkan kapasitas dirinya melalui belajar, dan oleh karenanya, menjadi tertinggal dalam cukup banyak hal.

Ia pun mengajak kaum perempuan untuk melawan narasi itu, berani ‘unjuk gigi’, bersaing dan mengambil peran dalam pembangunan.

Dalam kaitannya dengan kegiatan hari itu, Victor berharap, prosesnya dapat memperkaya diri seluruh anggota, yang adalah kaum perempuan.

Terlebih agenda seminar itu bertemakan kesehatan, dan merupakan salah satu wujud dukungan nyata organisasi DWP dalam memenuhi misi kedua Pemkab Manggarai, Memajukan Derajat Kesehatan Masyarakat yang Berkualitas dan Merata.

Sementara, Ketua DWP Kabupaten Manggarai Melly Weng menuturkan, tujuan kegiatan seminar kesehatan ini, selain meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan, juga sebagai media promosi gaya hidup sehat melalui beberapa kegiatan olahraga.

Dalam laporannya ia juga mengungkapkan, dalam rangkaian kegiatan ini, akan ada kegiatan yang mengasah kreativitas, dalam bentuk lomba mendaur ulang barang bekas, yang juga bisa menjadi inspirasi untuk anggotanya, dalam memajukan memanfaatkan barang bekas untuk tujuan ekonomi organisasi atau keluarga, pungkasnya.

Agenda rangkaian kegiatan DWP Manggarai yakni seminar kesehatan, kompetisi olahraga, lomba kreativitas, kunjungan sekolah binaan dan panti asuhan, gerak jalan sehat, dan pemberiaan beasiswa bagi anak Sekolah Menengah Pertama.

Acara seminar kesehatan, siang itu, dihadiri oleh 70 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu DWP, utusan Kantor, Badan dan Dinas di Kabupaten Manggarai.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

Manggarai Victor Madur
Previous ArticleMenteri Agama, Radikalisme, dan Moncong Oligarki
Next Article Paulus Un: Saya Siap Sejahterakan Masyarakat Lewat RPM

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.