Bupati Matim, Agas Andreas
alterntif text

Borong, Vox NTT-Perayaan sambut baru berlangsung meriah di beberapa wilayah di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT, Minggu (10/11/2019).

Kendati banyak undangan yang diterima, Bupati Matim Agas Andreas justru memilih untuk tidak menghadirinya.

Saat memberikan sambutan di upacara penutupan kegiatan Pembinaan Teritorial Terpadu (Binter) Kodim 1612/Manggarai di Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Senin (11/11/2019), Agas pun memberikan alasan dirinya tidak memenuhi undangan tersebut.

Baca Juga: Kodim 1612 Manggarai Bangun 50 Rumah Layak Huni di Matim

“Saya cerita kemarin ada sambut baru di Borong, ada saya punya undangan sekitar 50. Satu pun saya tidak pergi,” cerita Agas di hadapan warga dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan darat.

“Karena saya lagi berikrar dalam diri saya sendiri orang Manggarai Timur ini mesti hidup hemat. Saya buktikan kemarin,” tambah pria kelahiran 1 September 1959 itu.

Dia juga bercerita tentang cucunya yang juga menerima sakramen ekaristi. Kendati demikian, Bupati Agas berusaha membujuk cucunya untuk tidak merayakan pesta tetapi melatih untuk hidup hemat.

Dikatakan Agas, sekitar 200 orang yang mengadakan pesta sambut baru di Borong. Kalau rata-rata 10 juta setiap pesta, kata dia, maka ada banyak uang yang dibuang percuma.

“2 Miliar. Tetapi pada waktu anak mau pergi sekolah uang tidak ada. Ini yang namanya nikmat membawa sengsara. Padahal hidup yang benar itu adalah sengsara membawa nikmat. Kita tabung sengsara tetapi untuk nikmat,” ujarnya.

Untuk itu kata Agas, saatnya masyarakat Manggarai Timur harus memulai dan melatih untuk hidup hemat.

“Saya tunjukkan kali ini mulai dari Bupati. Saya punya cucu tidak boleh pesta,” tukasnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba