Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Mahasiswa Malang Mendiskusikan Dinamika Politik Manggarai
MAHASISWA

Mahasiswa Malang Mendiskusikan Dinamika Politik Manggarai

By Redaksi15 November 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mahasiswa Ngopi Malang saat memberikan penghargaan kepada Ibu Yustina Ndung selaku pemantik diskusi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Mahasiswa Manggarai di Malang yang tergabung dalam Komunitas Ngobrol Pintar (NgoPi) menggelar Diskusi Lintas Komunitas, Rabu, 13 November 2019.

Diskusi yang berlangsung di Aula Ning Ed-Hotel Jln. Mega mendung No.09 Malang itu, menghadirkan komunitas-komunitas mahasiswa asal Manggarai di Malang. Mereka mendiskusikan dinamika politik lokal di Manggarai Raya.

Diskusi yang dikemas dalam bentuk gathering community atau lintas komunitas, mengusung tema “ Masyarakat Cerdas Pemilu Yang Berintegritas Untuk Pemimpin Yang Berkualitas”.  Diskusi ini merupakan rangakaian acara untuk memperingati ulang tahun komunitas NgoPi keempat.

Ino Jehalu, selaku ketua pelaksana diskusi dalam sambutannya menuturkan, generasi muda tidak harus menunggu menyelesaikan pendidikan untuk dapat mengabdi ke kampung halaman. Akan tetapi memanfaatkan waktu sedini mungkin untuk melatih diri memahami dinamika yang ada melalui banyak hal salah satunya diskusi.

Encis Freinademetz selaku kordinator 1 dalam sambutanya menuturkan, konsoldiasi generasi muda merupakan bagian dari upaya membanguan demokrasi lokal.

Lebih lanjut Encis menambahkan, “Gerasi muda merupakan bagian dari pembangunan masa depan Manggarai dan masa depan Indonesia”.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi itu antara lain, adalah, Dosen Fakultas Ilmu Soial Dan Politik Dr. Yustina Ndung, Sp.d, MSi, Kordinator Divisi Bidang Penindakan Pelanggaran BANWASLU Kab. Malang, Goerge Da Silva SH, Komunitas Ksatria Nucalale,  Keluraga Besar Ignsius Loyola Malang ( KAILmalang ), Ikatan Alumni St, Klaus Kuwu Malang ( INSANKLAS MalAng), Kumpulan Roeng Manggrai Malang (KURMA), Ikatan Mahasiswa Unitri (IKAMTRI), Himpunan Mahasiswa Kesehatan Manggarai Malang (HMKM), Ikatan Alumni St. Klaus Werang, Ikatan Alumni Seminari Pius XII Kisol Malang, dan Ikatan Mahasiswa Manggarai Timur.

Suasana diskusi mahasiswa Malang tentang dinamika Pilkada Manggarai

Pantuan VoxNtt.com, diskusi berlangsung dinamis selama 2,5 jam dan dimoderatori oleh Novi Timung, mahasiswa semester 7 Fakultas Ilmu Hukum Universitas Merdeka Malang.

Dalam pemaparannya selaku akademisi dan politisi, Yustina Ndung memberi materi tentang “Mahasiswa dan Politik: Anomali Identitas Sosial Masyarakat” serta berbicara pemimpin dari perpektif budaya Manggrai.

“Keterlibatan mahasiswa dalam mewujudkan demokrasi sebenarnya sebuah langkah yang baik untuk memberi pendidikan politik kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu terkait kepemimpinan dalam perspektif Manggarai, seorang pemimpin, jelas Yustina Ndung, harus menanamkan sikap 5T yaitu toing (mampu mengajarkan nilai yang baik), titong (mengarahkan atau menuntun ke hal-hal yang baik), toming (mampu memberi contoh), tatong (mensuport)  dan toto (menunjukan cara berpikir, cara bertutur dan cara bersikap yang mengandung nilai-nilai kebaikan).

Selanjutnya George Da Silva memberikan materi terkait strategi terwujudnya pilkada yang LUBERJUDIL dan menjelaskan rambu-rambu Pilkada.

“Pemilu dapat berjalan baik apabila asas-asal pemilu dapat dilaksanakan atas dasar kesadaran penyelenggara pemilu dan masyarakat sendiri,” jelas Da Silva.

Dalam pandangan setiap komunitas yang hadir, beragam masalah yang terjadi di Manggarai disampaikan di depan forum diskusi. Masalah-masalah itu seperti paradigma masyarakat yang minim tentang substansi demokrasi, partai politik belum menjalankan fungsi pendidikan politik, adanya budaya politik transaksional, tingkat partisapsi dalam pemilu yang pasif, adanya budaya politik oligarki yang kuat, dan pemimpin yang lahir dari pemilu belum menerjemakan budaya Manggarai dalam pengambilan kebijakan atau keputusan.

Terkait point terakhir, salah satu masalah yang dibahas ialah Fenomena penggunaan budaya lonto leok yang hanya dipakai di awal pencalonan. Akibatnya, keterlibatan publik dalam merumuskan kebijakan masih rendah.

Tidak hanya menuturkan beragam masalah, diskusi ini juga melahirkan beragam solusi diantaranya diperlukan pendidikan politik sedini mungkin dimulai dari keluarga dan di tengah masyarakat. Salah satunya dengan membentuk sekolah nonformal di tingkat desa yang berkolaborasi dengan partai politik, pihak gereja dan LSM. (VoN).

Kota Kupang Ngopi Malang
Previous ArticleFEMR Gelar Workshop Ekonomi, Change’O: Fokus Kita Bangun Jejaring Pasar Modern
Next Article Pemkot Kupang Deklarasikan ‘Gerakan Kupang Hijau’

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.