Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Video: Angin Puting Beliung di Rote dan Penjelasan BMKG Kupang
Regional NTT

Video: Angin Puting Beliung di Rote dan Penjelasan BMKG Kupang

By Redaksi5 Desember 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Capture Video Kejadian angin puting beliung di Ngelak, Rote Barat Daya, Rote Ndao, NTTT, Rabu 04 Desember 2019. (Foto: Ist).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Video angin puting beliung Rabu 4 Desember 2019 di Kabupaten Rote Ndao, NTT viral di sosial media.

Penelurusan VoxNtt.com, angin puting beliung itu terjadi pada siang hari di Ngelak, Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.

“Kejadian tadi siang  abang, sebelum hujan. Kejadian mendung satu. Setahu saya, kejadian ini pertama kali di Rote, jadi warga panik,” ujar salah satu saksi mata, Asmin Falau kepada VoxNtt.com.

Kepala seksi Observasi dan Informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, Fera Adrianita, Kamis 5 Desember 2019 menjelaskan, kejadian itu merupakan gejala alam akibat keadaan cuaca yang panas terik, lalu mendung dan hujan.

“Itu biasanya terjadi ketika musim peralihan. Misalnya pagi-pagi panas sekali lalu muncul awan hitam. Hal itu terjadi karena perbedaan tekanan dasar awan. Lalu muncul pusaran angin karena perbedaan tekanan itu,” jelas Vera.

Hal serupa, menurut Vera biasanya sering terjadi pada musim peralihan. Soal viralnya di sosial media, menurutnya, hal itu karena baru pertama kali terjadi di Rote.

“Mungkin karena kejadian pertama, makanya warga panik,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan, kejadian angin puting beliung akan berbahaya jika kejadiannya di pemukiman warga. “Makanya kalau liat ada gejala seperti itu, kita harus menghindar,” pungkas Vera.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

BMKG BMKG Kupang Kabupaten Kupang Puting beliung Rote Ndao
Previous ArticleJelang Pilkada Mabar, BKH Ingatkan Masyarakat Pilih Pemimpin yang Tepat
Next Article Tuntut Bayar Gaji Guru Teko, PMKRI “Duduki” Gedung DPRD TTU

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.