Kepala Dinas Perindag TTU Maximus Akoit saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Jumat, 20 Desember 2019 (Foto: Eman Tabean/VoxNTT)
alterntif text

Kefamenanu, Vox NTT- Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil diperoleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada tahun 2019 berhasil melampaui target yang ditetapkan.

Pada pembahasan APBD induk tahun anggaran 2019, Disperindag TTU ditargetkan untuk menyumbangkan PAD sebesar Rp 665.732.000

Namun hingga bulan Desember 2019, PAD yang dikumpulkan dari instansi yang dipimpin oleh Maximus Akoit itu sudah mencapai Rp 700 juta lebih atau sekitar 108 persen dari target yang ditetapkan.

“Hingga saat ini capaian PAD yang berasal dari retribusi pasar yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah melampaui target, saat ini sudah 108 persen, saya lupa nilainya tapi sekitar Rp 700 juta lebih,” jelas Kepala Disperindag Kabupaten TTU Maximus Akoit saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Jumat (20/12/2019).

Maximus menjelaskan, retribusi yang dikumpulkan dari pedagang yang berjualan di dua pasar harian, serta kios yang terdapat di Kota Kefamenanu mencapai Rp 1 juta per hari.

Sedangkan untuk pasar mingguan, jelasnya, sumbangan retribusi terbesar berasal dari Pasar Maubesi, Eban, Oenupu dan Kaubele.

“Kalau 4 pasar yang paling besar retribusinya itu ada di Pasar Eban, Maubesi, Oenopu dan Kaubele itu per Minggu bisa sampai Rp 500 ribu, sementara pasar yang lain per Minggu retribusi paling Rp 200 ribu,” jelasnya.

Maximus menambahkan, pada tahun 2020, 48 lapak yang terdapat di los pasar rakyat akan mulai digunakan.

Sehingga setelah dilakukan kajian, pihaknya berinisiatif untuk menaikkan target capaian PAD pada Disperindag untuk tahun 2020. Jumlahnya naik dari Rp 665.732.000 menjadi Rp 800 juta.

Namun oleh tim TAPD, jelasnya, capaian target PAD untuk Disperindag malah diturunkan menjadi Rp 659.604.000.

“Kalau untuk alasan kenapa diturunkan target PAD untuk Disperindag saya tidak tahu, itu harus langsung tanyakan ke TAPD,” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba