Rehimina Pijer (44), guru SDI Ratedosa, Kabupaten Nagekeo.
alterntif text

Mbay, Vox NTT-Nadiem Makarim dipilih Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan diumumkan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019) lalu.

Kala itu, menurut Presiden Jokowi, Nadiem dipilih sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar dapat melakukan terobosan-terobosan dalam mengelola pendidikan di Indonesia. Termasuk dalam hal manajerial ratusan ribu sekolah dan sekitar 50 juta pelajar yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harapan akan perubahan nasib para guru honorer juga ikut disampaikan kepada Menteri Nadiem.

Rehimina Pijer (44) salah satunya. Ia mengaku telah mengabdi sudah 16 tahun sebagai guru mata pelajaran Matematika di SDI Ratedosa, Kabupaten Nagekeo.

Awalnya, Rehimina menyebut menjadi guru adalah panggilan kemanusiaan. Selama mengabdi, Rehimina sadar, bahwa tugas yang dia emban merupakan tugas mulia dalam mengamalkan amanat Undang-undang, terutama turut terlibat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun Rehimina tak bisa menampik bahwa gaji yang diterimanya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selama itu, dia mengaku menyandarkan seluruh kebutuhan hidup dengan gajinya sebagai guru, sebesar Rp 900 ribu dari Komite Sekolah.

Bahkan, hingga kini Rehimina dan keluarganya belum memiliki rumah pribadi. Mereka masih bertahan di rumah sederhana milik SDI Ratedosa.

Ia berharap kepada Menteri Nadiem agar dapat memperhatikan nasib para guru tua, semisal dengan mengangkat mereka sebagai PNS.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba