Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Membaca Sunyi dari Jendela
Sastra

Membaca Sunyi dari Jendela

By Redaksi18 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*)Puisi-puisi Rikard Diku

Di Bandara

1/

di bandara, orang-orang merayakan temu dan menangisi pisah

seperti kemarin di bangku ruang tunggu itu.

kini aku masih bisa mendengar percakapan-percakapan kecil

bahkan masih mencium wangi tubuhmu yang melekat di bangku tunggu yang bisu.

2/ 

sebelum meninggalkan Kota Karang bersama wangi cendananya

aku tak berkisah pada siapa, tidak juga kau yang kemarin

pada waktu kesekian duduk di bangku ini sambil menebak teka-teki 

tentang cuaca bulan Agustus sedang seorang lain yang jauh darimu berharap

langit tetap biru, sebiru rindu padamu.

3/

di bandara, aku seperti mengingini kemarin

bisa melihat senyummu yang ringkas dan tawamu yang gegas

atau mengabadikan jumpa setelah lama hanya maya yang menggantung tanya

diam-diam ada harap, semoga teka-tekimu kemarin tidak melahirkan hujan hari ini

yang mungkin runtuh dari langit mata.

4/

di bandara, aku dan bayang-bayangmu berpisah tanpa lambaian tangan

untuk kali kesekian aku paham bahwa setiap ada-ku bukan hadirmu ‘kan?

sampai pada suatu hari kuharap ada pesawat yang siap mendarat di hatimu

seperti kemarin, kita berjumpa di suatu yang entah.

(Bandara El Tari Kupang, Agustus 2019)

Pulang

di kening malam paling hening

embun adalah butir-butir doa yang jatuh

dari kelopak matamu

ketika amin masih membasuh bibir-bibir candu

: Rindu

antara aku dan kamu

Ampun.

(Noemeto, 2019)

Membaca Sunyi dari Jendela

Tak ada yang lebih jujur dari daun jendela membahasakan sunyi

dari empat penjuru mata angin :

Timur, awal kau menenun hidup dan melitanikan doa-doa pada bibir pagi yang basah.

Selatan, menghitung tangkai-tangkai waktu yang patah dan ikhlas menerima musim-musim yang penuh dengan genangan hujan dari langit mata.

Utara, ketika pada dingin waktu kau mengingini balutan hangat 

berupa selimut puisi dan kuucapkan selamat puasa untuk harapmu yang keras kepala

biar angan adalah setiap ingin yang akan kau perjuangkan.

Barat, adalah amin dari setiap doa-doa yang kau daraskan di setiap musim

adalah akhir dari petualangan tanpa jeda, tempat senja datang lalu pulang

dan kau akan menunggu kapan waktu menjemput.

Di jendela, mata kaca dan mata kata mencatat dengan jujur

bahwa semuanya ada dan menjadi tiada setelah bayang-bayang malam 

mengatup kelopak matamu.

(Ledalero, 2019)

*Rikard Diku. Mahasiswa STFK Ledalero. Penyuka sastra. Tinggal di unit Gabriel

Rikard Diku
Previous ArticleEfek Domino Korupsi Setiawan dan Politisi Narsistik
Next Article Jelang Kedatangan Jokowi, Kota Labuan Bajo Mendadak Bersih

Related Posts

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026
Terkini

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.