Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»PT IDK Produksi Garam Perdana pada Juli 2020
Ekbis

PT IDK Produksi Garam Perdana pada Juli 2020

By Redaksi5 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Cabang PT IDK Malaka Natalia Seran saat diwawancarai VoxNtt.com di ruang kerjanya, Rabu (05/02/2020) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- PT Inti Daya Kencana (IDK), perusahaan yang mengelola tambak garam di pantai selatan Kabupaten Malaka akan memeroduksi perdana pada Juli 2020 mendatang.

Hingga kini perusahaan tersebut sedang dalam proses pembentukan lantai dasar pengkristalan garam.

“Kita menargetkan akan panen di bulan Juli nanti. Ini Karena proses pembentukan lantai garamnya sudah hampir finish dan kita targetkan garam yang akan dipanen nanti sekitar 300 – 400 ton,” papar Kepala Cabang PT IDK Malaka Natalia Seran kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Rabu (05/02/2020).

Baca: Produksi Garam PT IDK Terkendala Cuaca

Menurut Lia Seran, proses pembuatan lantai dasar garam juga membutuhkan waktu yang cukup banyak. Itu karena pada bagian dasarnya juga adalah garam endapan.

“Garam yang harus padat, sebagai landasan. Lantai garam juga sudah mulai tebal dan hampir finish. Ini yang kita nantikan. Oleh karenanya rencana panen garam ini sudah bisa dilakukan di Juli mendatang,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini pembangunan pilot project garam industri terintegrasi di Weoe sedang berlangsung.

Pilot project garam industri, jelas dia, dapat menghasilkan berbagai produk turunan garam maupun bittern, menjadi bahan baku obat, bahan farmasi, minuman isotonik, dan lainnya.

“Sehingga secara ekonomis pemanfaatan seluruh mineral garam akan lebih dapat dimanfaatkan secara optimal,” terangnya.

Lia Seran pun berharap dukungan kebijakan, serta sinergitas dari semua pihak  agar produksi garam ini berjalan lancar adanya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka PT IDK
Previous ArticleDiduga Ikut Politik Praktis, Oknum ASN Dilaporkan ke Bawaslu Malaka
Next Article Pemkab Manggarai Beri Bantuan Satu Unit Bus untuk Koperasi Angkutan Ketang

Related Posts

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.